Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Agar Sukses Ungkapkan Dua Kata Ini

Oleh : admin | Selasa, 19 Januari 2016 | 20:48 WIB



 Setiap orang pastilah ingin meraih kesuksesan, khususnya dalam karier. Seorang profesor menyatakan, hanya mengubah satu kata dalam kalimat dapat membuat Anda lebih sukses. 

Bagaimana caranya? 

Profesor Bernard Roth dari Stanford University, Amerika Serikat menyatakan, cara Anda berbicara tidak hanya mempengaruhi cara orang lain memandang diri Anda, namun juga akan membentuk perilaku Anda. 

Dalam bukunya yang berjudul The Achievement Habit, Roth menyarankan Anda untuk sering mengucapkan dua kata ini agar kesuksesan membentuk diri Anda. 
1. Katakan "dan" daripada "tetapi" 
Roth memberi contoh, Anda harus mengganti mengucapkan "Saya ingin menonton film, tapi saya masih harus menyelesaikan pekerjan" dengan "Saya ingin menonton film dan saya masih harus menyelesaikan pekerjaan." 

Mengapa demikian? Menurut Roth, ketika Anda menggunakan kata "tetapi", maka Anda menciptakan konflik maupun alasan kepada diri sendiri yang tidak sepenuhnya ada. 

Namun, ketika menggunakan kata "dan", hal sebaliknyalah yang terjadi. 

"Apabila Anda menggunakan kata 'dan', otak mempertimbangkan bagaimana memecahkan dan menangani solusi dua kalimat tersebut.  Anda misalnya akhirnya memutuskan untuk menonton film pendek atau mendistribusikan pekerjaan Anda," jelas Roth. 

2. Katakan "akan" daripada "harus" 
Menurut Roth, penggunaan kata ini sangat efektif untuk membuat seseorang menyadari apa yang mereka lakukan dalam hidup, bahkan hal-hal yang menurut mereka tidak menyenangkan. 

Namun, faktanya itulah yang mereka pilih.  "Pikiran kita lebih rumit daripada yang kita kira dan selalu bekerja dengan ego untuk mensabotase tujuan terbaik kita. Inilah kondisi manusia," ujar Roth.


Komentar


Serbaneka - 5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 4 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close