Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Menteri Susi Tak Terima Klaim China di Perairan Natuna

Oleh : Sayadi San | Selasa, 22 Maret 2016 | 11:38 WIB


Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

JAKARTA, KOMODITI.CO- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak  terima atas sikap pemerintah China yang mengintervensi penegakan hukum pada kapal pencuri ikan berbendera Tiongkok, yakni KM Kway Fey 10078, di Laut Natuna, harus mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.

Kapal China Susi melanggar regulasi Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.  Menurut Susi, sikap China yang menyebut perairan Natuna sebagai wilayah historical traditional fishing ground milik China, dimana menurut China para nelayannya sudah biasa menangkap ikan di wilayah perairan tersebut, adalah tidak benar. "Klaim pemerintah China tidak betul dan tidak mendasar," ujar Susi dalam siaran persnya, Selasa (22/1). 

Klaim itu hanya bersifat pengakuan sepihak dan tidak diakui oleh United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS ). Saat ini, tambah Susi, Traditional Fishing Right yang dimiliki Indonesia hanya dengan Malaysia. 

Dalam UNCLOS Internasional, istilah Traditional Fishing Right berlaku setelah ada perjanjian yang ditandatangani oleh atau antar dua negara. "Jadi tidak ada treaty tradisional fishing right di ZEE Natuna. Itu mutlak dalam wilayah dan interest Indonesia," tegas Susi. 

Menteri Susi Pudjiastuti  sudah berbicara kepada wakil Dubes China untuk Indonesia. Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan melayangkan nota diplomatik atas tindakan yang dilakukan oleh penjaga pantai  (coastguard) China terhadap penggagalan penangkapan kapal ilegal KMK Way Fey itu. 

"Indonesia telah bertahun-tahun mengupayakan perdamaian di Laut CIna Selatan. Dengan insiden itu, kami merasa terganggu dan tersabotase dalam upaya kami itu," kata Susi setelah pertemuannya dengan para pejabat kedutaan Cina di Jakarta Senin (21/03).  "Kami mungkin membawa ini ke Mahkamah Internasional hukum laut," tambah Susi.

Sebelumnya, pihak Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  melalui Kapal Pengawas Hiu 001 telah mengamankan 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Kway Fey yang memasuki wilayah Perairan Natuna, Minggu (20/3).  Namun, upaya penegakan hukum itu gagal menggiring kapal tersebut karena tiba-tiba kapal coastguard milik China mendekat dan langsung menabrak KM Kway Fey serta menarik kapal tersebut menjauh dari wilayah Indonesia.

Upaya Menteri Susi Pudjiastuti memberantas illegal fishing dari perairan Indonesia harus terus didukung oleh segenap rakyat Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan juga meningkatkan komoditi perikanan Indonesia.


#China #Kementerian kelautan dan perikanan #Illegal fishing #Menteri susi pudjiastuti # natuna

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close