Rabu, 18 Oktober 2017 WIB

Menteri Susi Tak Terima Klaim China di Perairan Natuna

Oleh : Sayadi San | Selasa, 22 Maret 2016 | 11:38 WIB


Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

JAKARTA, KOMODITI.CO- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak  terima atas sikap pemerintah China yang mengintervensi penegakan hukum pada kapal pencuri ikan berbendera Tiongkok, yakni KM Kway Fey 10078, di Laut Natuna, harus mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.

Kapal China Susi melanggar regulasi Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.  Menurut Susi, sikap China yang menyebut perairan Natuna sebagai wilayah historical traditional fishing ground milik China, dimana menurut China para nelayannya sudah biasa menangkap ikan di wilayah perairan tersebut, adalah tidak benar. "Klaim pemerintah China tidak betul dan tidak mendasar," ujar Susi dalam siaran persnya, Selasa (22/1). 

Klaim itu hanya bersifat pengakuan sepihak dan tidak diakui oleh United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS ). Saat ini, tambah Susi, Traditional Fishing Right yang dimiliki Indonesia hanya dengan Malaysia. 

Dalam UNCLOS Internasional, istilah Traditional Fishing Right berlaku setelah ada perjanjian yang ditandatangani oleh atau antar dua negara. "Jadi tidak ada treaty tradisional fishing right di ZEE Natuna. Itu mutlak dalam wilayah dan interest Indonesia," tegas Susi. 

Menteri Susi Pudjiastuti  sudah berbicara kepada wakil Dubes China untuk Indonesia. Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan melayangkan nota diplomatik atas tindakan yang dilakukan oleh penjaga pantai  (coastguard) China terhadap penggagalan penangkapan kapal ilegal KMK Way Fey itu. 

"Indonesia telah bertahun-tahun mengupayakan perdamaian di Laut CIna Selatan. Dengan insiden itu, kami merasa terganggu dan tersabotase dalam upaya kami itu," kata Susi setelah pertemuannya dengan para pejabat kedutaan Cina di Jakarta Senin (21/03).  "Kami mungkin membawa ini ke Mahkamah Internasional hukum laut," tambah Susi.

Sebelumnya, pihak Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  melalui Kapal Pengawas Hiu 001 telah mengamankan 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Kway Fey yang memasuki wilayah Perairan Natuna, Minggu (20/3).  Namun, upaya penegakan hukum itu gagal menggiring kapal tersebut karena tiba-tiba kapal coastguard milik China mendekat dan langsung menabrak KM Kway Fey serta menarik kapal tersebut menjauh dari wilayah Indonesia.

Upaya Menteri Susi Pudjiastuti memberantas illegal fishing dari perairan Indonesia harus terus didukung oleh segenap rakyat Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan juga meningkatkan komoditi perikanan Indonesia.


#China #Kementerian kelautan dan perikanan #Illegal fishing #Menteri susi pudjiastuti # natuna

Komentar


Komoditi - 6 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close