Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Di Darat Blok Masela Berkembang

Oleh : Sayadi San | Jumat, 25 Maret 2016 | 16:07 WIB


Blok Masela di Maluku

JAKARTA, KOMODITI.CO- Perang urat syaraf antara Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, dan Menteri ESDM, Sudirman Said, sementara ini sudah kendur.  Presiden Joko Widodo sudah memutuskan pembangunan kilang pengolahan gas di Blok Masela, Maluku, akhirnya dibangun di darat (onshore).

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan, khususnya terkait efektivitas proyek jangka panjang dan anggaran yang besar.

Sebelumnya, tarik ulur pengembangan Blok Masela di kabinet sangat alot. Rizal Ramli ‘ngotot’ agar pegembangan dilakukan di darat saja. Sementara Sudirman Said bersikeras Blok Masela dibangun di lepas pantai (offshore).

Menanggapi keputusan itu Rizal Ramli terlihat sangat puas. "Cuma 3 kata, alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..." komentar Rizal sembari tersenyum kepada para wartawan

Akan halnya Sudirman Said  yang dipastikan kecewa dengan keputusan ini sempat terbetik kabar akan mundur dari kabinet. Namun di kantor Kementerian ESDM, Sudirman Said  menegaskan bahwa kabar dirinya akan mundur itu tak benar. Menurutnya, masih banyak persoalan yang ia harus selesaikan di sektor ESDM.

"Mengenai mundur, urusan masih banyak. Saya menjalankan tugas negara sebaik-baiknya. Saya tidak ada pikiran itu sama sekali," kata Sudirman Said.


#Menteri esdm #Presiden Jokowi #Rizal ramli #Sudirman said #Blok masela #Menko maritim

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close