Rabu, 28 Juni 2017 WIB
Aspebtindo,

Ketua Aspebtindo: Lindungi Nasabah, Patuhi Kode Etik

Oleh : ibrahim aji | Rabu, 06 April 2016 | 07:36 WIB


(Foto: Sayadi/Komoditi.co) Ketua Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) F. Wishnubroto.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Investasi berjangka masih kalah populer dibanding dengan perdagangan saham di pasar modal domestik. Pertumbuhan transaksi kontrak perdagangan berjangka di Indonesia terbilang masih lamban. Salah satu penyebabnya adalah masih banyak masyarakat yang belum paham tentang kontrak perdagangan berjangka.

Ketua Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) F. Wishnubroto mengakui, saat ini masyarakat masih kurang meminati kontrak perdagangan berjangka. Kontrak perdagangan berjangka dinilai begitu rumit sehingga menambah tekanan terhadap perkembangan bisnis ini.

"Oleh karena itu butuh sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang kontrak perdagangan berjangka. Kalau sosialisasi hanya sekali saja itu tidak cukup," ujar Wishnu kepada Komoditi.co usai acara Pertemuan dengan Perusahaan Pialang Berjangka dan Pedagang Penyelenggara SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (5/4).

Untuk itu Komoditi.co berbincang-bincang dengan Wishnu mengenai upaya Aspebtindo memajukan industri perdagangan berjangka komoditi. Berikut petikannya:

Investasi perdagangan berjangka masih kurang populer di Indonesia. Apa strategi Aspebtindo memacu pertumbuhan perdagangan berjangka komoditi?

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 bahwa di dalam industri perdagangan berjangka diperlukan adanya suatu asosiasi. Untuk itu Aspebtindo berdiri dengan mengemban misi meningkatkan kinerja perdagangan berjangka komoditi agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, wajar, transparan, serta sesuai praktek industri berjangka yang berstandar internasional.

Kami juga berupaya mewujudkan pelaku Perdagangan Berjangka yang berkualitas dan berintegritas. Seluruh anggota Aspebtindo adalah para pelaku usaha, yaitu setiap pihak yang mendapatkan izin persetujuan dari Bappebti. Dengan adanya asosiasi ini yang seluruh anggotanya adalah para pelaku usaha maka kita mempunyai satu kekuatan karena kami saling bersinergi.

Selama ini yang namanya asosiasi itu kan di dalam pendiriannya hanya sebatas perkumpulan. Kalau di industri perdagangan berjangka ini punya suatu kesempatan. Makanya kami dari pengurus yang diberikan amanat sudah beberapa kali mengambil langkah-langkah yang intinya pendekatan kepada para pemangku kepentingan. Kemudian melakukan sosialisasi antara lain melalui media massa, melakukan pendekatan kepada seluruh pelaku perdagangan berjangka komoditi.

Satu lagi upaya Aspebtindo yang terpenting yaitu mengedukasi para calon investor. Sebab baik buruknya industri perdagangan berjangka komoditi itu terkait dengan keberadaan investor. Selain banyak yang berhasil, ada beberapa yang merasa tidak mendapatkan suatu perlindungan.

Kemudian kalau menderita kerugian imagenya itu dicurangi. Ini yang kami coba strateginya melakukan pendekatan dengan para calon investor lewat perusahaan pialang. Sebab pialang itulah yang mempunyai nasabah. Kami dari asosiasi sebagai pihak yang netral berusaha mempertemukan para nasabah dengan perusahaan pialang itu. Intinya yang kami mau katakan adalah industri perdagangan berjangka komoditi ini masih menjanjikan keuntungan, meyakinkan dan aman sebagai sarana berinvestasi.

Dalam kontrak perdagangan berjangka itu ada transaksi kontrak bilateral dan multilateral.
Kami berusaha meyakinkan para investor bahwa dalam transaksi kontrak multilateral ada sarana lindung nilai (hedging). Melalui perdagangan berjangka para pelakunya dapat mengalihkan risiko kerugian, dapat melindungi produknya dari fluktuasi harga.

Kami juga berupaya mengubah image dengan mengingatkan para investor terutama untuk transaksi kontrak bilateral melalui SPA, bahwa perdagangan berjangka selain sebagai alternatif investasi juga bersifat high risk, high return. Jadi mereka yang ingin berinvestasi dalam perdagangan berjangka yang sifatnya kontrak bilateral itu sebaiknya investor yang memiliki dana yang memang dipisahkan khusus untuk transaksi tersebut.

Jadi dana kontrak bilateral perdagangan berjangka tersebut betul-betul merupakan dana investasi, bukan dana yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Investasi ini risikonya besar, kemungkinan memperoleh gain keuntungan juga besar. Kondisi ini yang sedari awal harus diterima investor.

Apa jaminan dari pialang atau pihak Aspebtindo bahwa investasi tersebut aman dan apa sanksi kalau ada pialang yang nakal?

Pertama semua pialang yang beroperasi merupakan anggota resmi dan mendapat persetujuan dari Bappebti sebagai badan pengawas. Semua transaksi sudah ada ketentuan dan standar operating prosedure (SOP) yang harus ditaati pialang. Kami juga tidak boleh menjanjikan keuntungan besar kepada para calon nasabah, melainkan kami menjelaskan secara terbuka, transparan, apa adanya tentang segala risiko dan peluang keuntungannya.

Kami di Aspebtindo juga telah membuat kode etik yang harus dipatuhi oleh para anggota perusahaan pialang. Kami juga melakukan pendekatan melalui direktur kepatuhan yang ada dalam perusahaan pialang tersebut agar selalu mematuhi tuntunan etika perusahaan pialang. Ini pun menjadi arahan Pak Sutriono Edi waktu masih menjadi Kepala Bappebti kepada Aspebtindo dalam pertemuan di Bali.

Bahwa kalau ada persoalan dengan nasabah yang pertama harus menyelesaikan adalah perusahaan pialang yang bersangkutan. Pihak asosiasi juga akan meninjau adakah kode etik yang dilanggar. Sanksi pelanggaran kode etik Aspebtindo itu terdiri atas empat kategori, yaitu: Peringatan pertama hingga peringatan ketiga; pembatalan hak keanggotaan; pengenaan denda, dan pembekuan keanggotaan.

 


Fokus : Aspebtindo


#Bappebti #Perdagangan berjangka komoditi #Aspebtindo #Pialang #High risk high return

Komentar


Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Antisipasi Kebutuhan Lebaran BRI Siapkan Rp23 Triliun

BRI juga ingin menghemat likuiditas agar dapat menggenjot penyaluran kredit yang ditargetkan tumbuh 12-14 persen (year on year/yoy).
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Target Jakarta Fair Rp6,5 Triliun

Menurut Prajna, nilai transaksi terbesar dalam Jakarta Fair diraih penjualan automobil dan sepeda motor serta aksesorisnya. Disusul produk-produk handphone dan produk elektronik lainnya.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemendag: Satgas Pangan agar Antisipasi Penimbunan

Menurutnya, ada ketentuan Permendag bahwa pelaku usaha distribusi kebutuhan pokok diwajibkan untuk mendaftar dan setiap tanggal 15 harus melaporkan stoknya berapa dan mendaftarkan gudangnya.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Selama Mudik Lebaran 4,95 Juta Orang Siap Diangkut dengan Kapal

Untuk roda dua diperkirakan naik 6,5 persen menjadi 443.666 unit sepeda motor dari realisasi 2016 sebanyak 416.954 unit.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Bulog Sumut: Stok Gula untuk Ramadhan Aman

Ketersediaan gula di pasar juga masih banyak, sehingga diyakini tidak ada masalah untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri 2017.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Jelang Ramadhan, Mendag Pantau Harga Bahan Pokok Wilayah Jakarta

Kebutuhan bawang putih dalam negeri, kurang lebih mencapai 435.000 ton per tahun.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Di Alun-alun Wonosari Digelar Gunung Kidul Expo 2017

Menurut Hidayat, UKM yang mengikuti kegiatan ini ada 175 yang berasal dari 18 kecamatan di Gunung Kidul. Adapun produknya pangan, batik, hingga produksi mebel. Event ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya memasang produk dari dinas.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Harga Emas Terdongkrak Konflik di Korea

Menurut Bachrul, faktor lain yang akan mempengaruhi harga emas ke depan adalah membaiknya ekonomi di China dan di Uni Eropa.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Bappebti Gandeng PPATK Cegah Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme

Ketua Bappebti Bachrul Chairi ā€ˇmengungkapkan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU Bappebti dengan PPATK tahun 2008.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Gubernur Sumbar Resmikan Festival Kampoeng Minangkabau 2017

Irwan antara lain menyampaikan sambutannya dalam bentuk pantun, seni sastra yang memang tumbuhkembang di ranah Minang itu. Ia juga berkeliling stan-stan yang ada di lokasi.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..

Lihat Semua




Close
Close