Rabu, 18 Oktober 2017 WIB

Peabody Bangkrut, PTBA Akan Kaji Rencana Ekspor Batubara

Oleh : Sayadi San | Jumat, 15 April 2016 | 07:18 WIB


bumn.go.id Penambangan batubara PTBA

JAKARTA, KOMODITI.CO- Menyusul bangkrutnya salah satu perusahaan raksasa batu bara dunia, Peabody Energy, perusahaan batu bara dalam negeri PT Bukit asam Tbk (PTBA) menyatakan akan mengkaji rencana ekspornya.

“Kami akan mengkaji apakah akan meningkatkan ekspor atau tidak,” ujar Sekertaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, Kamis (14/4).

Joko menjelaskan untuk menghadapi tekanan harga batubara, PTBA mengambil langkah-langkah strategis, diantaranya dengan melakukan efisiensi di berbagai lini, berupa optimasi sistem penambangan dengan elektrifikasi peralatan tambang menggunakan listrik milik sendiri. Selain itu pperusahaan memprioritaskan ekspor batubara berkalori tinggi melalui market branding yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta melakukan terobosan pasar baru diantaranya ke Banglades dan Pakistan.

Dari berbagai efisiensi yang dilakukan pada tahun 2015, PTBA berhasil menekan biaya produksi sebesar 10 persen menjadi Rp 356.866 per ton dibandingkan biaya produksi tahun 2014  sebesar Rp 394.784 per ton.

Sebelumnya, untuk tahun 2016 PTBA merencanakan penjualan batubara sebesar 29,17 juta ton, atau naik 51 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebesar 19,10 juta ton. Demikian juga dengan rencana produksi dan pembeliannya sebesar 28,32 juta ton, atau naik 37 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 20,74 juta ton.

Sebagai gambaran, harga komoditi dunia di bidang energi turun drastis lantaran permintaan dari negara-negara emerging markets seperti Brazil dan China mulai melambat.


#Bukit asam #Batu bara #Ptba #Peabody enegery # ekspor batubara

Komentar


Komoditi - 6 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close