Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Mahasiswa Lebih Akrab Dengan Perdagangan Berjangka Komoditi

Oleh : Sayadi San | Selasa, 26 April 2016 | 14:03 WIB


Apriliyanto Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumban Batu (kedua dari kanan), menjelaskan manfaat dan Perkembangan PBK bagi Perekonomian Nasional

JAKARTA, KOMODITI.CO– Minat dan apresiasi masyarakat tentang perdagangan berjangka komoditi (PBK) semakin tinggi.  Sebanyak 50 mahasiswa dan dosen dari Universitas Teknologi Yogyakarta, Senin (25/4), berkunjung ke Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di Jakarta untuk mendengarkan penjelasan tentang PBK.

Era globalisasi dan liberalisasi yang saat ini berlangsung sangat cepat telah mengakibatkan terjadinya persaingan yang makin tajam di dunia, diiringi dengan terjadinya resiko yang seringkali merugikan pelaku usaha. Resiko yang sering dialami itu adalah resiko pada mata rantai pemasaran, seperti harga, produksi, distribusi, dan pengolahan. Dari semua resiko tersebut, yang paling sulit diperkirakan adalah risiko akibat terjadinya fluktuasi harga, khususnya harga di bidang komoditi.

“Perdagangan Berjangka merupakan   bentuk kegiatan yang dapat menjadi sarana “lindung nilai” (hedging) yang sangat efektif untuk menunjang strategi manajemen perusahaan dari pengaruh timbulnya risiko atau kerugian yang disebabkan adanya fluktuasi harga dan  dapat digunakan sebagai sarana alternatif investasi di Bursa Berjangka. PBK juga merupakan bentuk lain dari kegiatan asuransi berdasarkan mekanisme yang terjadi di pasar, yaitu dengan membentuk pasar bayangan atau pasar derivatif dari pasar komoditi fisiknya (spot),”  ujar Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumban Batu.

Lebih jauh kepada mahasiswa Pantas Lumban Batu mengungkapkan manfaat ekonomi lain adalah terbentuknya harga pasar yang transparan, sehingga PBK menjadi  sumber referensi harga yang dapat dipercaya (price discovery) untuk menghasilkan harga yang wajar dan transparan. PBK juga bisa sebagai harga acuan atau Price Reference yang berguna bagi para produsen untuk menentukan harga jual komoditinya.

Kunjungan mahasiswa ke Bappebti

Pantas menyatakan ke depan perdagangan berjangka komoditi memainkan peran penting dalam memajukan perekonomian nasional, karena Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan berbagai komoditi, baik komoditi pertanian, mineral , maupun energi.

Saat ini Indonesia memiliki  dua bursa berjangka, yakni  PT. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan  PT. Bursa Komoditi Derivatif Indonesia  (BKDI). Dalam aktivitasnya perdagangan berjangka komoditi didukung oleh 2.400 lebih wakil pialang di berbagai daerah. Ini menjadi modal yang baik bagi perkembangan perdagangan berjangka di Indonesia.

Sementara itu Sekretaris Bappebti, Marthin, berharap kunjungan edukasi lapangan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta ini dapat menambah wawasan dan pengalaman serta pengetahuan terkait sistem kerja dan mekanisme transaksi  di Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi  di kalangan mahasiswa.


#Bappebti #Kunjungan mahasiswa ke bappebti #Universitas teknologi yogyakarta #Pantas ljmban batu #Sri haryati #Marthin #Sekretraris bappebti

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close