Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Bappebti Terus Dorong Indonesia Jadi Acuan Harga Komoditi Dunia

Oleh : Sayadi San | Jumat, 29 April 2016 | 19:32 WIB


ilham/komoditi.co Sekretaris Bappebti, Marthin, menerima plakat cenderamata dari Rektor Univ. HKBP Nommensen, Sabam Malau, disaksikan Pantas Lumban batu (kiri), Tris Sudarto dan Stephanus Paulus Lumintang

MEDAN, -  Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Marthin,  menyatakan Bappebti akan terus mendorong  agar Indonesia bisa menjadi acuan harga komoditi dunia. Hal ini dikemukakan Marthin di hadapan 150 mahasiswa dan akademisi Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara, dalam acara sosialisasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Jum’at (29/4).

Namun demikian disadari bahwa kesiapan sumberdaya manusia yang ada masih belum memadai. “Karena itu mahasiswa perlu memahami Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), karena beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi pelaku PBK.  Begitu juga akademisi akan jadi motor pengerak PBK,” ujar Marthin dalam sambutannya mewakili Kepala Bappebti, Bachrul Chairi.

Sosialisasi PBK ini dilakukan untuk memajukan perdagangan berjangka komoditi karena  dirasakan industri perdagangan ini masih belum maksimal. Marthin mengungkapkan volume PBK tahun 2015 secata total baru mencapai 6,5 juta lot, 1,3  juta lot adalah transaksi multilateral (komoditi primer) dan sisanya 5,2 juta lot merupakan transaksi bilateral (SPA-sistem perdagangan alternatif). Namun ditambahkan bahwa transaksi perdagangan multilateral menunjukkan kecenderungan pertumbuhan yang lebih besar yakni 15,47 persen dibandingkan dengan pertumbuhan transaksi SPA sebesar 7,11 persen.

Sementara itu Rektor Universitas HKBP Nommensen, Dr. Ir Sabam Malau, menyambut baik sosialisasi PBK yang disampaikan kepada para mahasiswa ini. “Kami sangat bersemangat karena kami memang sedang giat go international.  Karena seperti kata Presiden Joko Widodo kita harus memenangi persaingan global. Kalau tidak kita akan jadi pecundang,” ujar Sabam Malau.

Para mahasiswa mengikuti  penjelasan dan dialog tentang PBK ini sejak siang hingga sore hari dengan penuh antusias. Mereka menanyakan banyak hal terkait perdagangan komoditi ini. Sekretaris Bappebti yang hadir, Marthin, dan Pantas Lumban Batu dari Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, serta Stephanus Paulus Lumintang dari  Bursa Berjangka Jakarta dan Tris Sudarto dari KBI (Kliring Berjangka Indonesia) menjawab juga dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan ini juga disepakati ada kerjasama dengan Universitas Nommensen dimana pihak BBJ akan memberi bantuan 6 unit komputer untuk sarana pembelajaran dalam program yang dinamakan di Futures Trading Learning Center. (ilham)


#Bappebti #Kbi #Sosialisasi pbk di universitas nommensen #Bbj #Sekretaris bappebti marthin

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close