Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Kapal Nelayan Di Bawah 10 Ton Bebas Izin

Oleh : Sayadi San | Minggu, 12 Juni 2016 | 15:16 WIB


media.iyaa.com Kapal penangkap ikan milik nelayan kecil

KUPANG, KOMODITI.CO- Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, menegaskan bahwa kapal motor nelayan (KMN) kecil berukuran di bawah 10 gross tonnage (GT) tidak akan dikenakan retribusi.    "Saya sudah tetapkan aturan kapal nelayan berukuran di bawah 10 GT bebas dari masalah perizinan, jadi langsung melaut," kata Susi Pudjiastuti dalam kunjungan di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tenau Kupang, Minggu (12/6).

Didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Menteri Susi menambahkan peraturan tersebut akan mempermudah nelayan dalam mencari ikan di perairan.Peraturan itu sudah ada dalam surat edaran menteri tertanggal 7 November 2014.

Aturan dalam surat edaran tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah (pemda) terkait untuk membebaskan pungutan perizinan dari nelayan kecil dengan kapal di bawah 10 GT. Nelayan hanya wajib melapor saja kepada pihak pemerintah.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Thomas Jansen Ga, mengatakan bahwa aturan bebas izin tersebut akan direalisasikan sesuai dengan imbauan dari Menteri Susi. "Tadi sudah disampaikan Ibu Menteri dan akan direalisasikan sesuai dengan imbauan," katanya ketika dikonfirmasi soal aturan bebas izin untuk kapal nelayan Kota Kupang di bawah 10 GT.

Selama ini, kata Thomas, bebas perizinan hanya diberlakukan untuk kapal nelayan di bawah 5 GT, sementara kebanyakan nelayan memiliki kapal berukuran di antara 5 GT hingga 10 GT. "Nah, kalau sudah disampaikan oleh kementerian (KKP) untuk bebas perizinan di bawah 10 GT, tinggal menjalankan saja sehingga nelayan bisa aman saat melaut," katanya.

Thomas berharap dengan kebijakan baru ini akan mendorong semangat dan mempermudah para nelayan untuk melaut, sehingga hasil tangkapan bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.


#Kapal nelayan #Dibawah 10 ton #Tangkapan ikan. menteri kelautan # susi pudjiastuti

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close