Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Mentan Pangkas Rantai Pasok Komoditi Pangan Dari 9 Jadi 3

Oleh : Sayadi San | Rabu, 15 Juni 2016 | 16:38 WIB


suaradessa.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA, KOMODITI.CO-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan membentuk struktur pasar baru dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan komoditi pokok utama. "Kita membentuk struktur pasar baru dari yang semula vertikal menjadi horizontal. Rantai pasok dipangkas dari sembilan menjadi tiga," ujar Andi Amran Sulaiman saat meresmikan Toko Tani Indonesia (TTI) di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (15/6).

Mentan menambahkan pergerakan penurunan harga pangan tidak bisa serta merta dilakukan, namun membutuhkan proses.  Untuk itu pihaknya membangun TTI sebanyak seribu titik di Indonesia sehingga masyarakat bisa mengakses pangan murah berkualitas dengan mudah. 

Pembangunan TTI di sejumlah titik stategis di Indonesia diyakini akan berjalan cepat karena akan dilakukan bekerja sama dengan koperasi pasar. "Ada 20 ribu koperasi mau bergabung, Perhutani siap bangun seribu, PT Pos juga sudah siap membangun toko, termasuk para  pengusaha," kata Amran.

Ditegaskan pengembangan TTI akan terus dilakukan, karena ini merupakan solusi permanen dalam rangka menstabilkan harga pangan ke depannya. “Kita akan memiliki  1.000 titik. Semua produsen pun akan langsung masuk ke TTI tersebut," tegas Mentan Amran.

Hingga kini, kerja sama TTI telah dibangun dengan pihak pemerintah maupun swasta, diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN. Selain itu Kementan juga menggandeng Inkopol, Artha Ghaha Peduli, Charoon Pokphand, Japfa Comfeed, Sierad Produce, Fajar Mulia Transindo serta Asosiasi Minyak Goreng Indonesia.

Diinformasikan bahwa harga sejumlah bahan pokok yang dijual di  TTI seperti daging sapi Rp75.000 per kg, bawang Merah Rp23.000 per kg, ayam Rp30.000 per kg, gula Pasir Rp12.000 per kg, beras Rp7.900 per kg, dan bawang putih Rp22.000 per kg.


#Harga komoditi #Mentan andi amran sulaiman #Rantai pasok #Pangan #Tti #Toko tani indonesia

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close