Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Pandawa Lima dan SiHaTi Kendalikan Inflasi

Program aplikasi yang mudah diakses melalui smartphone dan langkah kongkret melalui program Panda Lima membuat Provinsi Jawa Tengah berhasil menekan tingkat inflasi di daerahnya.

Oleh : Sayadi San | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 20:05 WIB


indstri.bisnis.com Suasana pasar tradisional di Jawa Tengah

SEMARANG, KOMODITI.CO- Sistem Informasi Harga Produksi Komoditi atau SiHaTi berhasil mencuri hati para juri. Berkat pemanfaatan apllikasi SiHaTi serta program Pandawa Lima untuk mengendalikan harga, Provinsi Jawa Tengah berhasil mendapat anugerah sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik tahun 2015 dari Bank Indonesia.

Penghargaan diserahkan Presiden RI Joko Widodo kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (4/8). Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Dadang Somantri, mengungkapkan aplikasi SiHaTi berguna untuk memantau harga dan produksi komunitas.

Sementara program Pandawa Lima merupakan lima 5 langkah yang dilakukan Pemprov Jateng, antara lain pemenuhan ketersediaan pasokan, pembentukan harga, pengamanan distribusi pasokan, peluasan akses informasi, hingga penerapan manajemen harga.

Pemantauan harga lebih mudah dilakukan karena langsung terakses melalui smartphone berbasis Android. "Dengan sistem itu, pergerakan harga komoditas ataupun produksi komoditas bisa lebih cepat diketahui. SiHaTi ini diintegrasikan dengan smartphone berbasis Android, yang saat ini sudah digunakan di 35 kabupaten/kota," kata Dadang, Jumat (5/8).

Penggunaan SiHaTi merupakan langkah baru dalam pengendalian inflasi di Jateng. SiHaTi berfungsi sebagai early warning indicator dan bisa digunakan untuk virtual meeting sehingga pemangku kepentingan mampu mengambil keputusan cepat.

Dadang mengatakan, berkat intervensi harga yang dilakukan, angka inflasi bisa ditekan. Pada 2015, angka inflasi Jateng terendah di Pulau Jawa, yakni sebesar 2,73 persen, lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 3,35 persen.


#Bank indonesia #Penghargaan sihati #Pandawa lima #Jawa tengah #Inflasi daerah

Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close