Selasa, 17 Oktober 2017 WIB

Sri Mulyani: Fenomena Global Kontemporer Tantangan Pelik Pertumbuhan

Oleh : Sayadi San | Jumat, 02 September 2016 | 07:26 WIB


blog.talenta.co Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, KOMODITI.CO- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan fenomena global kontemporer merupakan salah satu tantangan pelik bagi pemenuhan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam rapat kerja mengenai asumsi makro RAPBN 2017 dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/9) malam, Sri Mulyani mengatakan fenomena global mempengaruhi penerimaan negara, terutama dari pajak penghasilan (PPh). "Setiap komponen dari asumsi makro mempengaruhi setiap komponen penerimaan negara," kata dia.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pertumbuhan global sekarang ini, meskipun telah positif di kisaran 2,9 persen sampai 3,1 persen, tidak ditandai dengan perdagangan internasional yang pulih.

"Pertumbuhan sama sekali tidak diikuti oleh pertumbuhan perdagangan internasional, ekspor impor masih mengalami pertumbuhan negatif. Inilah yang kemudian menimbulkan banyak pertanyaan apakah telah terjadi perubahan industrialisasi di dunia, sehingga mempengaruhi ekspor impor antarnegara," ujari Sri Mulyani.

Satu dekade lalu perekonomian dunia menikmati manfaat dari fenomena rantai nilai global (global value chain) yang mampu memberikan stimulus ekspor dan impor antarnegara. Fenomena tersebut menunjukkan kondisi dimana satu perusahaan, misalnya telepon seluler, yang komponen-komponennya berasal dari berbagai negara sehingga mampu menimbulkan lalu lintas impor dan ekspor yang hanya dipicu oleh satu komoditas.

Sekarang, efek dari fenomena rantai nilai global diperkirakan sudah mencapai kejenuhan dan kemungkinan manfaat yang sama dapat kembali dipicu apabila muncul revolusi industri baru, seperti misalnya teknologi robotik atau kecerdasan buatan (artificial intelligence). "Selama teknologi masih lama, dunia akan stagnan dengan ekspor impor yang tidak berkembang," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir menyadari bahwa fenomena global telah menyebabkan ekspor tidak berkembang, sehingga sektor itu belum bisa diandalkan sebagai penerimaan negara.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut berpendapat Indonesia perlu memanfaatkan potensi pasar dalam negeri yang besar agar dinamika pertumbuhan ekonomi tidak terlalu terpengaruh sentimen dari fenomena global terkini. "India dan Tiongkok telah mempu mengelola pasar internal tanpa terpengaruh luar. Kita tidak sadar kalau kita punya pasar besar, kenapa tidak memanfaatkan aspek tersebut untuk menambah pendapatan negara," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani menyampaikan penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 0,1 persen dari semula 5,3 persen menjadi 5,2 persen. (Ant)  


#Menteri keuangan #Sri mulyani #Pertumbuhan ekonomi #Ekonomi global #Rapbn #Komisi xi dpr

Komentar


Komoditi - 5 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close