Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Ngebom Ikan di Laut, Tim Quick Response Langsung Bergerak

Oleh : Sayadi San | Senin, 19 September 2016 | 12:15 WIB


suaradesa.com Menangkap ikan dengan bom ikan

KUPANG, KOMODITI.CO- Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKPN) Kupang, Ikram Malan Sangadji, mengungkapkan pengeboman ikan memang marak  terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi pengeboman sering terjadi di perairan Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Barat, Ende, Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Untuk mengantisipasi hal itu, pada Juni 2016 BKPN membentuk tim Quick Response Destructive Fishing Laut Sawu. Tim tersebut telah bekerja sama dengan polres, kepolisian perairan, Satuan Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga TNI AL termasuk juga sejumlah lembaga keagamaan. "Kami berharap agar ini bisa membantu mengurangi aksi pengeboman ikan yang terjadi di wilayah NTT ini, mengingat terkadang masuk sampai ke wilayah TNP Laut Sawu," ujar Ikram Malan Sangadji.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya sudah meminta bantuan aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku pengeboman ikan. Karena perilaku itu merusak habitat laut dan mengakibatkan para nelayan menjadi susah mencari ikan, sehingga mereka harus berlayar lebih jauh ke tengah laut.

Sejauh ini sudah ada pelaku pengeboman ikan yang ditangkap petugas keamanan saat mereka beraksi di perairan Sumba.


#Ntt #Gubernur ntt #Frans lebu raya #Pelaku bom ikan #Quick response #Bkpn # balai konservasi perairan nasional

Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close