Sabtu, 23 September 2017 WIB

Jangan Remehkan Koin Rupiah Supaya Bisa Tekan Inflasi

Uang koin sering diremehkan masyarakat karena nilainya yang kecil. Masalahnya, kalau harga barang-barang dibulatkan ke atas maka harga menjadi lebih mahal dan memicu inflasi.

Oleh : Sayadi San | Minggu, 25 September 2016 | 14:59 WIB



SAUMLAKI, KOMODITI.CO- Bank Indonesia (BI) terus mendorong masyarakat untuk bertransaksi menggunakan pecahan uang logam maupun uang kertas. Di Saumlaki, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku mengimbau masyarakat agar bangga menggunakan uang rupiah baik kertas maupun logam dalam transaksi dagang.

"Kita harus bangga dan rupiah harus dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah," kata Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Maluku Wuryanto, di sela acara Gerakan Peduli Koin Nasional di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Sabtu (24/9).

Kampanye nasional untuk Provinsi Maluku ini dipusatkan di Maluku Tenggara Barat. Menurut Wuryanto, kampanye dilakukan di kawasan Maluku Tenggara karena harga-harga barang sangat tinggi sehingga uang logam mulai dari pecahan Rp200, Rp500, dan Rp1.000 kurang beredar.

"Sering kita dapati toko atau pedagang tidak menyediakan uang logam, sehingga harga barang cenderung dinaikkan untuk pembulatan. Misalnya barang seharga Rp1.500 terpaksa dijual Rp2.000 karena tidak ada kembalian Rp500 (uang logam). Kalau terus dibiarkan, maka inflasi akan naik karena mahalnya harga barang," kata Wuryanto.

Karena itu, Kantor BI Perwakilan Provinsi Maluku bekerja sama dengan lembaga perbankan seperti Danamon, BRI, Bank Maluku dan Maluku Utara, dan lainnya mendrop uang logam ke daerah-daerah tersebut. "Bank-bank tersebut diharapkan menggelontorkan lagi uang logam ke toko-toko besar yang ada di daerah ini maupun pedagang-pedagang di pasar, agar ada uang kembalian dari pedagang atau toko kepada masyarakat pembeli," tambahnya.

Dalam satu dasawarsa terakhir, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 Triliun, namun yang kembali lagi ke Bank Indonesia hanya Rp900 miliar atau 16% dengan tren yang semakin menurun. Ini terjadi karena budaya masyarakat yang masih menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sirkulasi peredaran uang rupiah khususnya uang koin di masyarakat tidak optimal.

Melalui Gerakan Peduli Koin Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk peduli terhadap uang koin Rupiah sebagai alat transaksi pembayaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Peduli Koin Nasional yang telah dicanangkan pada tahun 2010 melalui penandatangan Nota Kesepahaman, antara Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan, dan Ketua APRINDO. 


#Bank indonesia #Inflasi #Koin rupiah # gerakan koin rupiah

Komentar


Serbaneka - 2 hari yang lalu

Diskusi "Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Mendengar dan Menjawab"

Event ini menarik, mengingat dihadiri Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Acara dimoderatori anggota Komisi XI DPR yang juga Wakil Dewan Pertimbangan Kadin, Maruarar Sirait.
Serbaneka - 6 hari yang lalu

Rp100 Miliar Dianggarkan Pemprov Jatim untuk Atasi kekeringan

Saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kabupaten yang mengalami kekeringan di wilayahnya masing-masing untuk menentukan upaya penanganan permasalahan kekeringan.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Tuntas 100 Persen Pemulihan Layanan Pelanggan Satelit Telkom

Untuk mempercepat recovery sejumlah sites yang mengalami kendala saat proses repointing antena, Telkom menggunakan jaringan fiber optik sebanyak 5 persen dan menggunakan jaringan selule (machine to machine/M2M) sebanyak 14 persen.
2 minggu yang lalu

Pempek Didorong Bisa Go Internasional

Sejauh ini pesanan pempek sudah banyak dari kawasan Asia Tenggara yang dapat dijadikan salah satu indikator bahwa makanan ini bercitarasa internasional.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Jalur Eksisting Kereta Cepat Turunkan Anggaran

Ia mengatakan pertimbangan menggunakan jalur eksisting selain lebih murah, juga pembangunannya akan lebih cepat karena stasiun tidak perlu dipindah. Menurutnya, pemindahan stasiun akan membuat keberlangsungan ekonomi masyarakat terganggu.
1 bulan yang lalu

Kemitraan Baznas-Lotte Grosir Ajak Masyarakat Dukung UKM

Sebagaimana zakat yang wajib ditunaikan kaum Muslim, maka infak dengan cara kreatif seperti kemitraan Lotte Grosir dan Baznas sangat bermanfaat bagi penerima zakat/mustahik.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close