Jumat, 24 Nopember 2017 WIB

Jangan Remehkan Koin Rupiah Supaya Bisa Tekan Inflasi

Uang koin sering diremehkan masyarakat karena nilainya yang kecil. Masalahnya, kalau harga barang-barang dibulatkan ke atas maka harga menjadi lebih mahal dan memicu inflasi.

Oleh : Sayadi San | Minggu, 25 September 2016 | 14:59 WIB



SAUMLAKI, KOMODITI.CO- Bank Indonesia (BI) terus mendorong masyarakat untuk bertransaksi menggunakan pecahan uang logam maupun uang kertas. Di Saumlaki, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku mengimbau masyarakat agar bangga menggunakan uang rupiah baik kertas maupun logam dalam transaksi dagang.

"Kita harus bangga dan rupiah harus dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah," kata Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Maluku Wuryanto, di sela acara Gerakan Peduli Koin Nasional di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Sabtu (24/9).

Kampanye nasional untuk Provinsi Maluku ini dipusatkan di Maluku Tenggara Barat. Menurut Wuryanto, kampanye dilakukan di kawasan Maluku Tenggara karena harga-harga barang sangat tinggi sehingga uang logam mulai dari pecahan Rp200, Rp500, dan Rp1.000 kurang beredar.

"Sering kita dapati toko atau pedagang tidak menyediakan uang logam, sehingga harga barang cenderung dinaikkan untuk pembulatan. Misalnya barang seharga Rp1.500 terpaksa dijual Rp2.000 karena tidak ada kembalian Rp500 (uang logam). Kalau terus dibiarkan, maka inflasi akan naik karena mahalnya harga barang," kata Wuryanto.

Karena itu, Kantor BI Perwakilan Provinsi Maluku bekerja sama dengan lembaga perbankan seperti Danamon, BRI, Bank Maluku dan Maluku Utara, dan lainnya mendrop uang logam ke daerah-daerah tersebut. "Bank-bank tersebut diharapkan menggelontorkan lagi uang logam ke toko-toko besar yang ada di daerah ini maupun pedagang-pedagang di pasar, agar ada uang kembalian dari pedagang atau toko kepada masyarakat pembeli," tambahnya.

Dalam satu dasawarsa terakhir, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 Triliun, namun yang kembali lagi ke Bank Indonesia hanya Rp900 miliar atau 16% dengan tren yang semakin menurun. Ini terjadi karena budaya masyarakat yang masih menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sirkulasi peredaran uang rupiah khususnya uang koin di masyarakat tidak optimal.

Melalui Gerakan Peduli Koin Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk peduli terhadap uang koin Rupiah sebagai alat transaksi pembayaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Peduli Koin Nasional yang telah dicanangkan pada tahun 2010 melalui penandatangan Nota Kesepahaman, antara Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan, dan Ketua APRINDO. 


#Bank indonesia #Inflasi #Koin rupiah # gerakan koin rupiah

Komentar


Pertanian - 11 jam yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 hari yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 1 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Mineral - 2 minggu yang lalu

Emas Aneka Tambang Naik Seribu Rupiah Lebih

Harga emas batangan PT Aneka Tambang pada hari Jumat (10/11) mengalami kenaikan 1.009 poin bila dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Dengan Coating Petani Bisa Tahan Mangga Sampai Yang Dipanen 1 Bulan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan rekayasa teknologi umur buah mangga dengan teknik "coating" pascapanen sehingga memiliki daya tahan lebih lama.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

HNSI Sumut Minta Solusi Atasi Pengangguran Nelayan Pukat

MEDAN, KOMODITI.CO-  Larangan pemerintah untuk menggunakan alat tangkap ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di..
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close