Selasa, 12 Desember 2017 WIB

Way Kanan Genjot Produksi Lada Yang Sempat Anjlok

Petani lada di Waykanan, Lampung, diminta genjot produksinya, karena tahun 2016 panen lada di daerah ini anjlok sampai 15 persen

Oleh : moch ryan | Minggu, 16 April 2017 | 10:36 WIB


kebun lada

WAYKANAN, KOMODITI.CO- Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, berusaha sekuat tenaga untuk menggenjot produksi lada tahun 2017 ini.  Tahun lalu produksi komoditi perkebunan ini turun 15 persen, hanya 413 ton saja. Waykanan selama ini dikenal sebagai penghasil lada terbesar di Lampung. Karenanya para petani akan didorong untuk meningkatkan produktivitas lada dari lahan perkebunan mereka.

Daerah ini pernah berjaya dengan menghasilkan 2000 ton lada. Itu terjadi tahun 2010 dan 2011.         Menurut  Kepala Dinas Perkebunan Waykanan Beni Aras di Blambanganumpu, Minggu (16/4),  menyatakan  pihaknya akan berusahan meningkatkan produksi pada level sekitar 750 ton.

Produksi itu akan disokong oleh 9 kecamatan di Waykanan yang memiliki perkebunan lada, sementara 5 kecamatan lainnya tidak memiliki kebun. Beni memberi contoh  Kecamatan Gununglabuhan, luas lahan perkebunan rakyat khususnya lada mencapai 1.550 hektar. Lahan itu terbagi 3 golongan, yakni kebun yang  belum menghasilkan (BM) sebanyak 180 hektar, kebun yang menghasilkan 145 hektar, dan kebun dengan tanaman rusak (TR) 500 hektar.

 "Produktivitas tanaman lada di daerah ini setiap hektarnya mencapai 0,15 kilogram. Maka dikalikan saja dengan areal yang menghasilkan seluas 145 hektar," kata Beni Aras.  Dikatakan bahwa pada tahun 2016 luas lahan lada mencapai 3,872 hektar dengan produksi sebanyak 413 ton.

Guna meningkatkan pproduksi lada tersebut Dinas Perkebunan Waykanan akan melakukan sosialisasi kepada para petani lada, agar mereka merawat tanaman lada milik mereka.


#Lampung #Kebun lada #Way kanan #Produksi lada

Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close