Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Way Kanan Genjot Produksi Lada Yang Sempat Anjlok

Petani lada di Waykanan, Lampung, diminta genjot produksinya, karena tahun 2016 panen lada di daerah ini anjlok sampai 15 persen

Oleh : moch ryan | Minggu, 16 April 2017 | 10:36 WIB


kebun lada

WAYKANAN, KOMODITI.CO- Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, berusaha sekuat tenaga untuk menggenjot produksi lada tahun 2017 ini.  Tahun lalu produksi komoditi perkebunan ini turun 15 persen, hanya 413 ton saja. Waykanan selama ini dikenal sebagai penghasil lada terbesar di Lampung. Karenanya para petani akan didorong untuk meningkatkan produktivitas lada dari lahan perkebunan mereka.

Daerah ini pernah berjaya dengan menghasilkan 2000 ton lada. Itu terjadi tahun 2010 dan 2011.         Menurut  Kepala Dinas Perkebunan Waykanan Beni Aras di Blambanganumpu, Minggu (16/4),  menyatakan  pihaknya akan berusahan meningkatkan produksi pada level sekitar 750 ton.

Produksi itu akan disokong oleh 9 kecamatan di Waykanan yang memiliki perkebunan lada, sementara 5 kecamatan lainnya tidak memiliki kebun. Beni memberi contoh  Kecamatan Gununglabuhan, luas lahan perkebunan rakyat khususnya lada mencapai 1.550 hektar. Lahan itu terbagi 3 golongan, yakni kebun yang  belum menghasilkan (BM) sebanyak 180 hektar, kebun yang menghasilkan 145 hektar, dan kebun dengan tanaman rusak (TR) 500 hektar.

 "Produktivitas tanaman lada di daerah ini setiap hektarnya mencapai 0,15 kilogram. Maka dikalikan saja dengan areal yang menghasilkan seluas 145 hektar," kata Beni Aras.  Dikatakan bahwa pada tahun 2016 luas lahan lada mencapai 3,872 hektar dengan produksi sebanyak 413 ton.

Guna meningkatkan pproduksi lada tersebut Dinas Perkebunan Waykanan akan melakukan sosialisasi kepada para petani lada, agar mereka merawat tanaman lada milik mereka.


#Lampung #Kebun lada #Way kanan #Produksi lada

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close