Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Persediaan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun

Harga minyak dunia sedikit turun karena isu naiknya persediaan minyak Amerika Serikat

Oleh : moch ryan | Rabu, 08 Maret 2017 | 07:14 WIB


ilustrasi ladang pengeboran minyak

NEW YORK, KOMODITI.CO- Harga minyak dunia sedikit terkoreksi pada awal pekan ini. Pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB, 8/3) berdasarkan patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 0,06 dolar AS menjadi menetap di 53,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, turun 0,09 dolar AS menjadi ditutup pada 55,92 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. 

Turunnya harga minyak ini, menurut para analis, disebabkan pasar memprediksi data persediaan minyak AS akan naik ke rekor tertinggi. Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis Laporan Status Bahan Bakar Minyak mingguan pada Rabu waktu setempat.

Dilaporkan perusahaan-perusahaan pengeboran minyak AS telah menambahkan tujuh rig minyak lagi dalam seminggu terakhir sampai 3 Maret  lalu. Jumlahnya mencapai 609 rig.  Mengutip perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes ini merupakan jumlah pengeboran paling banyak sejak Oktober 2015.

Diperkirakan produksi minyak AS akan kembali menguat dan tumbuh sebesar 1,4 juta barel per hari pada tahun 2022, jika harga minyak tetap berada pada kisaran 60 AS dolar per barel. 


#Harga minyak dunia # light sweet

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close