Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Freeport Merosot, Pendapatan BRI Timika Drop Rp1 Miliar per Bulan

Sejak adanya kebijakan pengurangan karyawan PT Freeport Februari lalu, BRI Cabang Timika mengaku kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp1 miliar per bulan.

Oleh : moch ryan | Jumat, 17 Maret 2017 | 13:47 WIB


antarapapua.com Sebagian ppekerja PT Freeport

TIMIKA, KOMODITI.CO- Dampak dirumahkannya sebagian kontrak PT Freeport di Timika, Papua, membuat pendapatan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyusut.   Kepala BRI Cabang Timika Muhammad Yusuf, Jumat (17/3), mengungkapkan pihaknya kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp1 miliar per bulan. Ini berkaitan dengan kredit tanpa agunan yang disalurkan kepada karyawan perusahaan  privatisasi (perusahaan yang mengelola aset Freeport) dan perusahaan-perusahaan subkontraktor Freeport.

"Peningkatan pinjaman rata-rata per bulan di BRI Timika sekitar Rp1 miliar. Kesimpulannya, kalau dua bulan kami hentikan pemberian pinjaman kepada karyawan, maka kami sudah kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp2 miliar," kata Yusuf.

BRI sendiri mulai melakukan pengetatan penyaluran pinjaman sejak Februari lalu, ketika PT Freeport mulai merumahkan sebagian karyawan kontraknya.   "Kami tidak khawatir soal pinjaman dilunasi atau tidak. Sebab ketika karyawan di-PHK, tentu mereka akan menerima pesangon, dimana pesangon yang mereka dapatkan cukup besar sehingga bisa langsung melunasi sisa cicilan kredit. Tapi setelah itu mereka tidak produktif lagi karena kehilangan pekerjaan dan sumber pendapatan," tambah Yusuf.

Pihak BRI memahami situasi sulit yang dihadapi nasabahnya. Untuk itu BRI Timika membuka diri untuk melakukan negosiasi, misalnya dengan melakukan skedul-ulang atas pinjaman yang menjadi beban nasabahnya.  Misalnya, waktu pinjaman yang tadinya 5 tahun bisa diundur hingga 10 tahun, agar kredit yang telah diambil nasabah bisa diselesaikan.

Perkembangan terakhir, hingga Rabu (15/3) total karyawan Freeport dan perusahaan subkontraktornya yang telah dirumahkan dan di-PHK sudah mencapai 3.340 orang. (ant) 


#Freeport #Phk karyawan

Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close