Selasa, 12 Desember 2017 WIB

Naik 184,4 Persen Laba Bersih Indosat

Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, Deva Rachman, mengatakan keberhasilan membukukan laba bersih positif sebagai akibat dari peningkatan operasional, pergerakan mata uang yang stabil dan utang dalam mata uang asing lebih rendah.

Oleh : ayid ayid | Senin, 20 Maret 2017 | 08:56 WIB


ID.WIKIPEDIA.ORG - Indosat Ooredo.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Laba bersih positif sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 184,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya diperoleh Indosat Ooredoo. Saat perusahaan ini mengakhiri kinerja 2016 yang berakhir 31 Desember.

Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, Deva Rachman, mengatakan keberhasilan membukukan laba bersih positif sebagai akibat dari peningkatan operasional, pergerakan mata uang yang stabil dan utang dalam mata uang asing lebih rendah. Perusahaan mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar sembilan persen terhadap tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 29,2 triliun untuk tahun 2016.

Ebitda ((pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) tumbuh 12,1 persen menjadi Rp 12,9 triliun (2015 sebesar Rp 11,5 triliun), dengan marjin Ebitda sebesar 44,1 persen," kata Deva Rachman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (19/3), .

Beban biaya mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen menjadi Rp 25,2 triliun (2015 sebesar Rp 24,4 triliun). Pendapatan selular, Midi dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83 persen, 14 persen, dan tiga persen terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

Pendapatan selular meningkat sebesar 10 persen pada tahun 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan data, telepon, layanan pesan singkat (SMS) dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada akhir tahun 2016 mencapai 85,7 juta pelanggan.

Pendapatan Midi meningkat sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2015, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan informasi teknologi yang dikontribusi dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo.

Untuk pendapatan telekomunikasi tetap turun sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Indosat terus mengembangkan jaringan telekomunikasinya secara nasional dengan menambah 5.796 BTS dimana 57 persen di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data.

Pada tahun 2016 jumlah pelanggan selular meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015. Ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan gaya hidup pelanggan.

Perusahaan juga melihat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 147,1 persen dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 46,7 persen dibanding tahun sebelumnya.


Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close