Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Gerakan Tanam Cabe Serentak Berhasil Tekan Harga

Gerakan tanam serentak cabe yang dilakukan BKPP Yogyakarta berhasil menekan harga cabe yang sempat melambung tinggi tempo hari

Oleh : moch ryan | Minggu, 26 Maret 2017 | 12:10 WIB


cabe rawit

YOGYAKARTA, KOMODITI.CO-  Harga cabe rawit yang sempat melambung tinggi beberapa waktu lalu kini mulai normal kembali. Di Yogyakarta gerakan tanam cabe serentak yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan setempat berhasil menekan harga cabe rawit merah yang tadinya mencapai Rp100 ribu lebih per kg menjadi  sekitar Rp60 ribuan.

"Gerakan tanam cabai serentak menurut saya cukup efektif menekan harga," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani di Yogyakarta, Minggu (26/3).

Arofa menjelaskan, program tanam cabai yang dimulai dengan penyerahan 25.000 bibit cabai oleh BPTP kepada tim penggerak PKK DIY pada 30 Januari mampu mengurangi kebutuhan cabai rumah tangga serta menghindari potensi kelangkaan cabai.  "Dengan terpenuhinya kebutuhan cabe secara mandiri secara otomatis akan mengurangi pengeluaran harian rumah tangga, khususnya terhadap kebutuhan cabe," ujar Arofa.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY yang melakukan pemantauan harga mendapatkan rata-rata harga cabai rawit merah per 22 Maret 2017 di Pasar Demangan, Pasar Bringharjo, dan Pasar Kranggan Yogyakarta sebesar Rp61.667 per kg atau turun drastis dari beberapa pekan sebelumnya yang masih mencapai Rp117.667 per kilogram (kg). 

Arofa mengungkap produksi berbagai jenis cabe termasuk cabae rawit merah di Yogyakarta selama ini cukup melimpah. Kelangkaan cabai rawit merah terjadi bukan disebabkan tingkat produksi yang tidak cukup, melainkan terkait dengan distribusi komoditas itu ke daerah lain.

Menurut dia, 75 persen produksi cabai di DIY selama ini lebih banyak disalurkan ke daerah-daerah lain seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta.  Arofa berharap gerakan tanam cabai serentak  bisa terus diikuti dengan gerakan tanam cabai masyarakat secara mandiri dan menyeluruh.


#Gerakan tanam serentak #Cabe rawir #BKPP Yogyakarta # ketahanan pangan

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close