Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Di Musim Mudik, Pertamina Yakin Kelangkaan BBM Tak Akan Terjadi

Untuk memperlancar proses distribusi BBM ke lokasi jalur mudik, Pertamina akan menggandeng kepolisian guna meminta pengawalan selama proses distribusi berlangsung.

Oleh : ayid ayid | Selasa, 04 April 2017 | 17:11 WIB


ISTIMEWA - Ilustrasi strategi Pertama di musim mudik lebaran.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Guna mencegah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pada musim mudik Lebaran 2017, PT Pertamina (Persero) menyiapkan beberapa strategi. Musim mudik akan berlangsung pada pertengahan Juni mendatang.

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi, meyakini kelangkaan BBM pada musim mudik tidak akan terjadi. Pihaknya mengantisipasi dengan menambah stok, memperbanyak mobil tangki, dan tenaga pengiriman ke wilayah yang menjadi konsentrasi mudik, misalnya Jawa Tengah.

"Isu-isu masalah lebaran adalah terkait dengan kelangkaan dan kemacetan, itu akan kami antisipasi. Ada beberapa hal seperti kita akan tambah mobil tangki, menambah stok apabila ada peningkatan konsumsi," kata Afandi dalam sebuah diskusi bersama wartawan di Jakarta, Selasa (4/4).

Afandi melanjutkan khusus untuk di tol-tol baru yang belum memiliki SPBU, Pertamina akan menyiapkan kios-kios yang menjual bahan bakar Pertamax dalam bentuk kemasan. Apalagi, tol-tol baru juga akan tembus sampai akhir tahun ke Jawa Tengah.

Untuk memperlancar proses distribusi BBM ke lokasi jalur mudik, Pertamina akan menggandeng kepolisian guna meminta pengawalan selama proses distribusi berlangsung. Meski tidak menyebutkan jumlah liter BBM yang dialokasikan untuk musim mudik, akan ada kenaikan konsumsi BBM untuk jenis gasoline.

Menurut Afandi, berdasarkan data konsumsi pada Lebaran 2016 tercatat konsumsi Pertalite tumbuh hingga 40 persen dan Pertamax tumbuh 30 persen. Namun, premium justru turun tujuh persen dan solar juga turun karena penggunaan truk dibatasi selama mudik.

Pertamina memprediksi Lebaran 2017 akan ada kenaikan 15 persen untuk Pertalite dan kenaikan 10 persen untuk Pertamax.


Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close