Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Power Bond, Semen Instan Untuk Semua Proyek Bangunan

Power Bond diproduksi dengan teknologi m-tec Jerman dengan akurasi campuran yang menjadi standar internasional pembuatan Dry Mortar.

Oleh : ayid ayid | Jumat, 14 April 2017 | 10:52 WIB



KOMODITI.CO, JAKARTA – Kini sudah ada semen instan pengganti material konstruksi tradisional semen dan pasir, yakni Power Bond. Power Bond Dry Mortar ini adalah produksi PT. Power Block Indonesia.

“Selain bata ringan Power Block yang sudah lebih dulu populer di kalangan industri material, kita juga memiliki semen instan yakni Power Bond. Biasanya kedua produk ini dipaketkan menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan,” kata Manajer Marketing PT Power Block Indonesia, Johannes Joe, di Jakarta, Kamis (13/4).

Sementara itu Menurut General Manager PT tersebut, Andri Resmana, Power Bond diproduksi dengan teknologi m-tec Jerman dengan akurasi campuran yang menjadi standar internasional pembuatan Dry Mortar. Jadi, Power Bond merupakan solusi terbaik untuk semua proyek bangunan.

“Pekerjaan konstruksi dapat dilakukan dengan cepat karena sangat mudah digunakan (cukup dengan menambahkan air), hasil lebih rapi dan ekonomis, sehingga menghemat biaya material dan tukang,” kata Andri.

Andri kemudian memberi contoh dan pemakaian Power Bond yang dipadukan dengan Power Block atau beton ringan (bata ringan). Pasti lebih mudah dan cepat pemasangannya ketimbang memakai semen plus pasir untuk menembok dinding.

Produsen yang punya pabrik seluas 15 hektare di daerah Jawilan Kabupaten Serang Provinsi Banten telah memperhitungkan segala sesuatunya. Di tengah kepungan banyak pabrik sejenis. Itulah sebabnya PT ini mempersilakan masyarakat untuk mengunjungi situs www.powerblockindonesia.com.

Sampai menghitung jumlah material dan harga yang dibutuhkan, PT ini melayaninya dengan memberikan penjelasan secara detail. Termasuk di showroomnya di Jalan Pluit Barat 1 No.6 Pluit, Jakarta Utara.


Komentar


Serbaneka - 5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 4 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close