Rabu, 18 Oktober 2017 WIB

Way Kanan Genjot Produksi Lada Yang Sempat Anjlok

Petani lada di Waykanan, Lampung, diminta genjot produksinya, karena tahun 2016 panen lada di daerah ini anjlok sampai 15 persen

Oleh : moch ryan | Minggu, 16 April 2017 | 10:36 WIB


kebun lada

WAYKANAN, KOMODITI.CO- Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, berusaha sekuat tenaga untuk menggenjot produksi lada tahun 2017 ini.  Tahun lalu produksi komoditi perkebunan ini turun 15 persen, hanya 413 ton saja. Waykanan selama ini dikenal sebagai penghasil lada terbesar di Lampung. Karenanya para petani akan didorong untuk meningkatkan produktivitas lada dari lahan perkebunan mereka.

Daerah ini pernah berjaya dengan menghasilkan 2000 ton lada. Itu terjadi tahun 2010 dan 2011.         Menurut  Kepala Dinas Perkebunan Waykanan Beni Aras di Blambanganumpu, Minggu (16/4),  menyatakan  pihaknya akan berusahan meningkatkan produksi pada level sekitar 750 ton.

Produksi itu akan disokong oleh 9 kecamatan di Waykanan yang memiliki perkebunan lada, sementara 5 kecamatan lainnya tidak memiliki kebun. Beni memberi contoh  Kecamatan Gununglabuhan, luas lahan perkebunan rakyat khususnya lada mencapai 1.550 hektar. Lahan itu terbagi 3 golongan, yakni kebun yang  belum menghasilkan (BM) sebanyak 180 hektar, kebun yang menghasilkan 145 hektar, dan kebun dengan tanaman rusak (TR) 500 hektar.

 "Produktivitas tanaman lada di daerah ini setiap hektarnya mencapai 0,15 kilogram. Maka dikalikan saja dengan areal yang menghasilkan seluas 145 hektar," kata Beni Aras.  Dikatakan bahwa pada tahun 2016 luas lahan lada mencapai 3,872 hektar dengan produksi sebanyak 413 ton.

Guna meningkatkan pproduksi lada tersebut Dinas Perkebunan Waykanan akan melakukan sosialisasi kepada para petani lada, agar mereka merawat tanaman lada milik mereka.


#Lampung #Kebun lada #Way kanan #Produksi lada

Komentar


Komoditi - 6 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close