Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Untuk Produk Unggulan, Petani Butuh Bantuan Permodalan

Selain akses pembiayaan, petani juga dilatih dalam agronomi dan mendapatkan pelatihan literasi finansial.

Oleh : ayid ayid | Rabu, 19 April 2017 | 08:09 WIB



JAKARTA, KOMODITI.CO - Untuk mencapai target Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Terpencil, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) para petani membutuhkan bantuan permodalan. Kemendes PDTT menargetkan setiap desa memiliki satu produk unggulan.

Sales Capability ASEAN dan Kepala Hubungan Indonesia Syngenta, Johannis Midzon, di Jakarta, Selasa (18/4), mengatakan permasalahan petani adalah permodalan.

"Para petani di desa-desa mengalami kesulitan ekonomi untuk menanam komoditas unggulan tersebut," kata Johannis Midzon.

Ia mencontohkan para petani di Dompu, Nusa Tenggara Barat, untuk menanam jagung dengan luas lahan 1 hektare membutuhkan dana Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Bagi petani dengan tingkat perekonomian lemah, jumlah dana tersebut besar.

"Mereka kesulitan mengakses kredit usaha rakyat karena sebagian besar lahan mereka tidak memiliki sertifikat. Solusinya adalah dengan pembiayaan mikro tanpa agunan," katanya.

Dengan 1 hektare lahan petani bisa menghasilkan jagung sebanyak 8 ton atau mendapatkan uang sebesar Rp 36 juta/hektare. Sebenarnya uang pinjaman tersebut bisa kembali jika dikelola dengan benar.

Karena itu, pihaknya berupaya melakukan pembinaan kepada para petani agar petani bisa menanam dengan cara yang benar.

Ia menjelaskan pihaknya pada tahun 2014 meluncurkan program keuangan mikro kepada 198 petani jagung di Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Program itu bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia, Bank Andara, dan BPR Akbar Pesisir di bawah kegiatan Kemitraan untuk Pertanian Berkesinambungan Indonesia bagi kelompok petani kecil jagung.

Selain akses pembiayaan, petani juga dilatih dalam agronomi dan mendapatkan pelatihan literasi finansial. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 12 persen dan meningkatkan pendapatan petani sebesar 23 persen. Diharapkan tahun ini bisa mencapai 1.000 petani.

Kemendes PDTT sebelumnya meluncurkan program kawasan unggulan perdesaan. Melalui program itu, Pemerintah menargetkan setiap desa memiliki satu produk unggulan. Dengan demikian, lebih mudah berinvestasi dalam bidang pascapanen sehingga lebih menguntungkan petani. (ant)


Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close