Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Sentra Sapi Diharapkan Tetap di Gunung Kidul

Sutarno mengatakan hingga saat ini Gunung Kidul memiliki 150.000 sapi atau 50 persen dari total populasi sapi di DIY yang mencapai 310.000 ekor sapi.

Oleh : ayid ayid | Kamis, 20 April 2017 | 09:03 WIB



YOGYAKARTA, KOMODITI.COM - Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutarno, berharap Kecamatan Wonosari dan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, tetap menjadi sentra pembibitan sapi putih andalan di daerah itu. Menurut Sutarno, Gunung Kidul telah menjadi perhatian pemerintah pusat sebagai wilayah potensial pengembangbiakan sapi putih.

Dijelaskan Sutarno, pada awal 2015 pemerintah telah menargetkan menyalurkan sebanyak 500 sertifikat berupa surat keterangan layak bibit (SKLB). Hingga menghasilkan sapi yang berkualitas tinggi di pasaran.

"Di Kecamatan Playen dan Wonosari saat ini ada 20 kelompok beranggotakan 300 peternak yang fokus pada pembibitan sapi putuh," katanya.

Menurut Sutarno, dibanding kabupaten lainnya Gunung Kidul memiliki kondisi alam lebih unggul untuk pembibitan sapi. Sebagian besar pembibitan itu dilakukan langsung para peternak rumahan di ladang masing-masing yang masih banyak terhampar hijauan pakan ternak berkualitas.

Sutarno mengatakan hingga saat ini Gunung Kidul memiliki 150.000 sapi atau 50 persen dari total populasi sapi di DIY yang mencapai 310.000 ekor sapi. Dari seluruh populasi sapi yang ada di Gunung Kidul 30-40 persen di antaranya merupakan sapi putih atau peranakan ongole (PO).

Sapi putih masih menjadi perhatian khusus pemerintah pusat untuk menunjang swasembada sapi nasional. Sapi putih atau sapi Jawa memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sapi peranakan limousin, simental, dan sapi blasteran.

Indukan sapi putih itu lebih produktif atau cepat berkembang biak dibandingkan sapi lainnya. Selain itu, sapi putih juga relatif membutuhkan biaya perawatan yang murah serta lebih mampu menyesuaikan berbagai cuaca dibanding sapi lainnya.

Karena itu hingga 2016 pemerintah memberikan insentif Rp 600.000 bagi para peternak yang memiliki sapi putih bunting di Gunung Kidul. Agar dapat mempertahankan dan meningkatkan perawatan khusus.

"Namun, mulai 2017 bantuan tunai itu sudah tidak ada. Mulai tahun ini seluruhnya berupa bantuan fisik," katanya.

 


Komentar


Serbaneka - 5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 4 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close