Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Kemendag Pantau Harga, Daging Sapi di Sorong Turun

Harga daging sapi di Kota Sorong turun, bahkan lebih rendah dari harga rata-rata daging secara nasional

Oleh : moch ryan | Kamis, 27 April 2017 | 06:39 WIB



SORONG, KOMODITI.CO- Harga daging sapi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, dalam sepekan terakhir mengalami penurunan cukup signifikan hingga di bawah standar harga secara nasional.  Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi di Sorong, Kamis (27/4) mengungkapkan hasil pantauan  tim Kementerian Perdagangan di pasar tradisional Kota Sorong, daging sapi sepekan ini dijual pedagang seharga Rp110.000 per kilogram, sementara -rata standar harga standar daging secara nasional sebesar Rp114.766 per kg.

Harga daging sapi yang rendah ini disebabkan konsumsi protein hewani daging sapi di daerah ini rendah.  "Masyarakat Kota Sorong bahkan Papua Barat pada umumnya lebih banyak mengonsumsi protein hewani seperti daging ayam dan ikan segar," ujar Bachrul Chairi.

Bachrul juga menyampaikan bahwa hasil pantauan tim Kemendag di pasar Sentral Remu Kota Sorong sebagian besar harga barang pokok stabil, bahkan cenderung turun meski hampir seluruhnya berada di atas rata-rata harga nasional.  "Harga daging ayam ras, misalnya, turun dari pekan sebelumnya Rp35.000 per kg menjadi Rp33.000 per kg atau 5,71 persen," katanya.

Dalam kesempatan ini Bachrul jua mengungkapkan terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam satu minggu ini, yakni cabai rawit merah naik dari Rp90.000  menjadi Rp100.000 dan bawang putih naik dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kg.  "Kami berharap pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya seperti Bulog dapat menjaga agar kestabilan harga saat ini terus bertahan menjelang bulan puasa dan  Idul Fitri," tambah Bachrul. (ant)


#Kepala bappebti #Bachrul chairi #Kemendag # harga daging sapi

Komentar


Serbaneka - 5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
5 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 4 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close