Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Harga Emas Terdongkrak Konflik di Korea

Menurut Bachrul, faktor lain yang akan mempengaruhi harga emas ke depan adalah membaiknya ekonomi di China dan di Uni Eropa.

Oleh : ayid ayid | Jumat, 05 Mei 2017 | 07:12 WIB


KOMODITI.CO/ISTIMEWA - Bachrul Chairi, Kepala Bappebti.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Bachrul Chairi, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), memprediksi harga emas akan meningkat. Dengan adanya ketegangan di Semenanjung Korea antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Bachrul Chairi mengtakan dengan terjadinya ketegangan tersebut para pengusaha masih mencari aman. Dengan demikian para investor tidak gencar melakukan transaksi jual beli dalam perdagangan emas yang akan menyebabkan kenaikan harga emas.

"Tentunya jika ketegangan ini para pengusaha mencari safe (aman), trennya masih ada ke depan, ada tiga hal, di Amerika sendiri ekonominya masih membaik, tapi jangka pendek, jangka panjangnya masih euforia 100 hari pemilihan presiden," ujarnya di Kantor Bappebti, Jakarta, Selasa (2/5).

Menurut Bachrul, faktor lain yang akan mempengaruhi harga emas ke depan adalah membaiknya ekonomi di China dan di Uni Eropa.

"Ini semua menyebabkan ketidakpastian globalnya, sehingga tren ke depan kelihatan masih cukup kuat. Apalagi, dengan ditambah ketegangan dampaknya kepada sumber perekonomian dunia, negara sekitar seperti Korea, Jepang, dan China, ke depan saya yakin orang masih safenya lari ke emas," jelasnya.


Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close