Jumat, 18 Agustus 2017 WIB

Di Alun-alun Wonosari Digelar Gunung Kidul Expo 2017

Menurut Hidayat, UKM yang mengikuti kegiatan ini ada 175 yang berasal dari 18 kecamatan di Gunung Kidul. Adapun produknya pangan, batik, hingga produksi mebel. Event ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya memasang produk dari dinas.

Oleh : ayid ayid | Rabu, 10 Mei 2017 | 10:17 WIB


TWITTER - Gunung Kidul Expo 2017.

GUNUNG KIDUL, KOMODITI.CO - Dinas Perdagangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Gunung Kidul Expo 2017. Dalam rangka memperkenalkan produk industri kecil dan menengah di wilayah ini di Alun-alun Wonosari, mulai Selasa (8/5) hingga Sabtu (13/5).

"Kegiatan ini selain rangkaian untuk memperingati HUT ke-186 Kabupaten Gunung Kidul. Selain itu, sebagai salah satu upaya untuk promosi produk UKM di Gunung Kidul," kata Kepala Dinas Perdagangan Gunung Kidul, Hidayat, di Gunung Kidul.

Menurut Hidayat, UKM yang mengikuti kegiatan ini ada 175 yang berasal dari 18 kecamatan di Gunung Kidul. Adapun produknya pangan, batik, hingga produksi mebel. Event ini berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya memasang produk dari dinas.

"Kami berharap mengangkat produk UKM yang selama ini berkembang di masyarakat. Hingga bisa meningkatkan perekonomian," katanya.

Diharapkan masyarakat dan wisatawan bisa mengunjungi kegiatan ini. Apalagi, kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari.

"Setiap hari, kami targetkan 5000 pengunjung. Harapannya tidak hanya berasal dari sini tetapi luar daerah yang sedang berkunjung bisa mampir," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunung Kidul, Badingah, berharap pameran ini bisa meningkatkan mutu produksi UKM. Selain itu, bisa meningkatkan kwalitas produk yang dihasilkan.

"Expo sebagai salah satu upaya promosi UKM yang ada di Gunung Kidul," katanya.

Dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pariwisata dalam pengembangan keparisiwataan yang dilakukan oleh pemkab. Pihaknya yakin kegiatan ini mendukung potensi pariwisata yang ada.


Komentar


Serbaneka - 4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
4 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close