Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Jelang Ramadhan, Mendag Pantau Harga Bahan Pokok Wilayah Jakarta

Kebutuhan bawang putih dalam negeri, kurang lebih mencapai 435.000 ton per tahun.

Oleh : ayid ayid | Sabtu, 13 Mei 2017 | 08:37 WIB



JAKARTA, KOMODITI.CO - Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan, melakukan pemantauan harga langsung ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (12/5). guna memastikan pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan puasa Ramadhan mencukupi dan stabil.

Enggartiasto dalam kunjungan kerja itu memberikan perhatian khusus terhadap pasokan dan harga bawang putih. Dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan terakhir, harga komoditas itu mulai merangkak naik, namun pemerintah sudah mengambil langkah guna menurunkan harga.

"Untuk bawang putih, sampai dengan akhir Mei 2017, akan masuk sebanyak 7.672 ton terutama di Jakarta, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya. Dengan harga jual bervariasi Rp20 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram," kata Enggartiasto.

Menurut Enggartiasto, pasokan bawang putih tersebut masih akan terus didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat utamanya menjelang masuknya bulan suci Ramadhan. Diperkirakan ada peningkatan kebutuhan sekitar 10-30 persen dari kondisi normal.

Kebutuhan bawang putih dalam negeri, kurang lebih mencapai 435.000 ton per tahun. Dari total kebutuhan itu sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Tiongkok, sementara produksi bawang putih di dalam negeri hanya sebanyak 20.000 ton per tahun.

"Importir saya minta untuk lepas stoknya jika lepas dengan harga murah akan diberikan prioritas untuk impor. Seluruh importir, harus menandatangani kesepakatan terkait harga," kata Enggartiasto.

Pemerintah menyatakan pada tahap awal harga bawang putih hingga tingkat konsumen tidak boleh melebihi Rp38.000 per kilogram. Sementara untuk komoditas lain, Enggartiasto menyatakan kondisi saat ini sudah stabil.

Harga dan pasokan beras dalam kondisi stabil dengan stok yang mencukupi untuk 8-9 bulan kedepan, sementara untuk gula, minyak goreng dan daging sapi sudah diatur dengan mekanisme Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata nasional untuk beras kualitas medium sebesar Rp10.593 per kilogram, gula pasir tercatat Rp13.608 per kilogram dan minyak goreng Rp11.475 per liter. Untuk daging sapi tercatat sebesar 114.717 per kilogram.

Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) degan distributor gula, minyak goreng dan daging pada 4 April 2017.

Disepakati dalam kerja sama itu bahwa harga eceran tertinggi untuk gula pasir Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter dan daging beku dengan harga maksimal Rp80.000 per kilogram, namun, kebijakan tersebut masih belum menyentuh harga di pasar-pasar rakyat.


#Enggartiasto lukita

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close