Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Target Jakarta Fair Rp6,5 Triliun

Menurut Prajna, nilai transaksi terbesar dalam Jakarta Fair diraih penjualan automobil dan sepeda motor serta aksesorisnya. Disusul produk-produk handphone dan produk elektronik lainnya.

Oleh : ayid ayid | Kamis, 15 Juni 2017 | 11:46 WIB


ISTIMEWA - Suasana Jakarta Fair 2017.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Prajna Murdaya, Ketua Panitia Penyelenggara Jakarta Fair, berharap transaksi yang terjadi di Jakarta Fair 2017 dapat mencapai Rp6,5 triliun.

"Jakarta Fair Kemayoran 2017 mengharapkan pengunjung di atas 5,7 juta orang dengan transaksi bisnis antara peserta pameran dan pengunjung Jakarta Fair Kemayoran bisa di atas Rp6,5 triliun," kata Prajna dalam pembukaan Jakarta Fair 2017 di Arena Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (14/6) malam.

Target ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah yang dicapai pada Jakarta Fair 2016. Tahun lalu, transaksi bisnis antara peserta pameran dan para pembeli Rp6,1 triliun, dengan total pengunjung 5,7 juta orang.

"Dari tahun ke tahun, Jakarta Fair Kemayoran mengalami peningkatan baik dari segi jumlah pengunjung maupun dari segi nilai transaksi bisnis antara para peserta pameran sebagai penjual dan pengunjung sebagai pembeli," ujar Prajna.

Pada 2012, total pengunjung Jakarta Fair sebanyak 4,5 juta orang dengan transaksi bisnis Rp4 triliun. Jumlah ini meningkat pada Jakarta Fair 2013 dengan total pengunjung 4,8 juta orang dan transaksi bisnis mencapai Rp4,5 triliun.

Angka itu terus meningkat pada Jakarta Fair 2014 dan 2015 dengan total pengunjung masing-masing 5 juta orang dan 5,2 juta orang. Demikian pula dengan transaksi bisnis, Rp5 triliun pada Jakarta Fair 2014, meningkat menjadi Rp5,8 triliun pada Jakarta Fair 2015.

Menurut Prajna, nilai transaksi terbesar dalam Jakarta Fair diraih penjualan automobil dan sepeda motor serta aksesorisnya. Disusul produk-produk handphone dan produk elektronik lainnya.

Tahun ini, Jakarta Fair diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stand yang berasal dari berbagai skala usaha baik perusahaan multinasional, usaha besar, menengah, usaha kecil, BUMN, serta anjungan pemerintah provinsi dan kabupaten dari berbagai penjuru tanah air.

Mereka memamerkan produk dari berbagai sektor industri. Mulai dari otomotif mobil dan sepeda motor, teknologi informasi, komputer, alat olahraga, fashion and garment, peralatan rumah tangga, furniture, barang-barang elektronik, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal & medicine, perbankan, produk jasa, hingga kosmetik.


Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close