Rabu, 16 Agustus 2017 WIB
Organik,

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.

Oleh : moch ryan | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:02 WIB


ilustrasi kebun kopi

MANADO, KOMODITI.CO- Produk pertanian organik makin banyak diminati pasar. Itu sebabnya Pemerintah Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, menargetkan semua hasil pertanian dan perkebunannya harus organik.  "Saat ini kebutuhan akan hasil pertanian dan perkebunan yang organik cukup tinggi. Sebab produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik ," kata Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara di Manado, Rabu (28/6).

Namun Tatong mengakui proses untuk menghasilkan produk yang organik cukup panjang dan ada persyaratan tertentu yang harus dilakukan, seperti tidak menggunakan bahan kimia. Tapi semua itu diimbangi oleh harga jual yang lebih tinggi sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Salah satu jenis tanaman yang dikembangkan secra organik adalah kopi. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan potensi perkebunan kopi organik di Kotamobagu cukup tinggi, sehingga BI ikut mengembangkannya.  "Kami akan memfasilitasi dari hulu sampai hilir," katanya.

Untuk itu Bank Indonesia memberikan pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada para petaniagar mereka mampu menghasilkan kopi organik yang berkualitas tinggi dan diminati pasar internasional.  "Target kita bukan hanya di pasar domestik tapi juga mancanegara," tambah Soekowardojo.

Pertanian organik tidak hanya memiliki nilai jual tinggi tapi juga memberikan dampak berkelanjutan yang baik pula bagi lingkungan di sekitar areal pertanian, karena selain bisa meningkatkan kesuburan lahan pertanian organik juga mengikis dampak buruk bahan-bahan anorganik.


Fokus : Organik


#Kopi #Kotamobagu # pertanian organik

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close