Selasa, 17 Oktober 2017 WIB
Organik,

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.

Oleh : moch ryan | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:02 WIB


ilustrasi kebun kopi

MANADO, KOMODITI.CO- Produk pertanian organik makin banyak diminati pasar. Itu sebabnya Pemerintah Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, menargetkan semua hasil pertanian dan perkebunannya harus organik.  "Saat ini kebutuhan akan hasil pertanian dan perkebunan yang organik cukup tinggi. Sebab produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik ," kata Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara di Manado, Rabu (28/6).

Namun Tatong mengakui proses untuk menghasilkan produk yang organik cukup panjang dan ada persyaratan tertentu yang harus dilakukan, seperti tidak menggunakan bahan kimia. Tapi semua itu diimbangi oleh harga jual yang lebih tinggi sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Salah satu jenis tanaman yang dikembangkan secra organik adalah kopi. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan potensi perkebunan kopi organik di Kotamobagu cukup tinggi, sehingga BI ikut mengembangkannya.  "Kami akan memfasilitasi dari hulu sampai hilir," katanya.

Untuk itu Bank Indonesia memberikan pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada para petaniagar mereka mampu menghasilkan kopi organik yang berkualitas tinggi dan diminati pasar internasional.  "Target kita bukan hanya di pasar domestik tapi juga mancanegara," tambah Soekowardojo.

Pertanian organik tidak hanya memiliki nilai jual tinggi tapi juga memberikan dampak berkelanjutan yang baik pula bagi lingkungan di sekitar areal pertanian, karena selain bisa meningkatkan kesuburan lahan pertanian organik juga mengikis dampak buruk bahan-bahan anorganik.


Fokus : Organik


#Kopi #Kotamobagu # pertanian organik

Komentar


Komoditi - 5 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close