Rabu, 13 Desember 2017 WIB
Organik,

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.

Oleh : moch ryan | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:02 WIB


ilustrasi kebun kopi

MANADO, KOMODITI.CO- Produk pertanian organik makin banyak diminati pasar. Itu sebabnya Pemerintah Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, menargetkan semua hasil pertanian dan perkebunannya harus organik.  "Saat ini kebutuhan akan hasil pertanian dan perkebunan yang organik cukup tinggi. Sebab produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik ," kata Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara di Manado, Rabu (28/6).

Namun Tatong mengakui proses untuk menghasilkan produk yang organik cukup panjang dan ada persyaratan tertentu yang harus dilakukan, seperti tidak menggunakan bahan kimia. Tapi semua itu diimbangi oleh harga jual yang lebih tinggi sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi petani.

Salah satu jenis tanaman yang dikembangkan secra organik adalah kopi. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan potensi perkebunan kopi organik di Kotamobagu cukup tinggi, sehingga BI ikut mengembangkannya.  "Kami akan memfasilitasi dari hulu sampai hilir," katanya.

Untuk itu Bank Indonesia memberikan pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis kepada para petaniagar mereka mampu menghasilkan kopi organik yang berkualitas tinggi dan diminati pasar internasional.  "Target kita bukan hanya di pasar domestik tapi juga mancanegara," tambah Soekowardojo.

Pertanian organik tidak hanya memiliki nilai jual tinggi tapi juga memberikan dampak berkelanjutan yang baik pula bagi lingkungan di sekitar areal pertanian, karena selain bisa meningkatkan kesuburan lahan pertanian organik juga mengikis dampak buruk bahan-bahan anorganik.


Fokus : Organik


#Kopi #Kotamobagu # pertanian organik

Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close