Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara

Oleh : moch ryan | Kamis, 29 Juni 2017 | 11:28 WIB


ilustrasi

MANADO, KOMODITI.CO- Para petani cengkeh di Sulawesi Utara diminta untuk tidak membuang gagang cengkih yang selama ini dianggap sebagai limbah saja. Sebab gagang cengkeh bisa memiliki nilai jual diekspor ke luar negeri.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw,  Kamis (29/6) menyatkan pada Mei lalu gagang cengkih dari Sulut diekspor ke Jerman.   "Gagang cengkih yang biasanya hanya dijadikan limbah oleh petani di Sulut ternyata diminati pasar internasional," kata Jenny Karouw.

Jumah yang diekspor sebanyak 10 ton dengan nilai ekspor gagang cengkih itu  10.550 dolar AS. Sebelumnya beberapa negara  Eropa juga sudah mengimpor gagang cengkih. Mereka biasanya menggunakan bagian pohon cengkih ini untun aroma terapi. Selain Eropa beberapa negaara Asia juga mengekspor komoditi ini.

"Dengan terbukanya pasar gagang cengkih di Eropa maka tujuan pasar akan semakin beragam, otomatis harga juga bervariasi. Maka, jika ada panen raya gagang cengkih jangan lagi dijadikan limbah, karena memiliki nilai yang cukup tinggi," kata Jenny.

Saat ini, harga komoditas cengkih di sentra perdagangan Kota Manado tercatat Rp120 ribu per kilogram. (ant)


#Cengkeh #Gagang cengkeh # ekspor indonesia

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close