Rabu, 13 Desember 2017 WIB

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara

Oleh : moch ryan | Kamis, 29 Juni 2017 | 11:28 WIB


ilustrasi

MANADO, KOMODITI.CO- Para petani cengkeh di Sulawesi Utara diminta untuk tidak membuang gagang cengkih yang selama ini dianggap sebagai limbah saja. Sebab gagang cengkeh bisa memiliki nilai jual diekspor ke luar negeri.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw,  Kamis (29/6) menyatkan pada Mei lalu gagang cengkih dari Sulut diekspor ke Jerman.   "Gagang cengkih yang biasanya hanya dijadikan limbah oleh petani di Sulut ternyata diminati pasar internasional," kata Jenny Karouw.

Jumah yang diekspor sebanyak 10 ton dengan nilai ekspor gagang cengkih itu  10.550 dolar AS. Sebelumnya beberapa negara  Eropa juga sudah mengimpor gagang cengkih. Mereka biasanya menggunakan bagian pohon cengkih ini untun aroma terapi. Selain Eropa beberapa negaara Asia juga mengekspor komoditi ini.

"Dengan terbukanya pasar gagang cengkih di Eropa maka tujuan pasar akan semakin beragam, otomatis harga juga bervariasi. Maka, jika ada panen raya gagang cengkih jangan lagi dijadikan limbah, karena memiliki nilai yang cukup tinggi," kata Jenny.

Saat ini, harga komoditas cengkih di sentra perdagangan Kota Manado tercatat Rp120 ribu per kilogram. (ant)


#Cengkeh #Gagang cengkeh # ekspor indonesia

Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close