Rabu, 16 Agustus 2017 WIB

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan

Oleh : moch ryan | Kamis, 03 Agustus 2017 | 07:21 WIB


Komoditi jagung

PONTIANAK, KOMODITI.CO- Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono,  mengingatkan berbagai pihak terkait rencana ekspor beras dan jagung dari Kalimantan Barat.  "Kalimantan Barat merupakan daerah yang potensial.  Selain Kalbar, ada lima provinsi lain yang letak geografisnya berada di perbatasan yang dikembangkan untuk upaya ekspor pangan seperti Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Papua, dan Nusa Tenggara Timur," ujar Momon di Pontianak, Rabu (2/8).

Momon menambahkan ekspor tersebut merupakan upaya pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan (LPBE-WP). Kementan sendiri akan mengoptimalkan daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan.   Di Kalbar, Kementan RI akan mulai mengembangkan LPBE-WP di enam lokasi prioritas, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Landak, Sintang dan Kapuas Hulu.

Oleh karena itu Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan.  Program yang akan dilakukan terdiri atas peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman melalui perbaikan/pembangunan jaringan irigasi, pemanfaatan varietas unggul, peningkatan penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terpadu dan peningkatan intensitas penyuluhan pertanian.

"Selanjutnya, pembukaan lahan baru, peningkatan kualitas hasil produksi, pengurangan kehilangan hasil panen, dan peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan ekonomi petani," ujarnya. Ia optimistis dua sampai tiga tahun ke depan target LPBE-WP dapat dicapai dengan melakukan beberapa langkah konkret seperti mengidentifikasi kebutuhan pangan dari negara tetangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Barat Heronimus Hero memaparkan Kalbar bisa menghasilkan 1,8 juta ton per tahun Gabah Kering Giling (GKG).   "Jika dikaitkan dengan upaya Luas Tambah Tanam (LTT)  angka tersebut masih belum optimal," kata dia saat acara Rapat Koordinasi Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung Kedelai (Pajale).

Hero mengingatkan setiap daerah di Kalbar harus bersama-sama dan mempunyai tanggung jawab bersama untuk menyukseskan program Kementerian Pertanian guna bisa mencapai swasembada pangan.


#Ekspor #Kementan #Jagung #Kalba #Kalbar

Komentar


Serbaneka - 3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
3 hari yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 minggu yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kementan Ingatkan Janji Kalimantan Barat Untuk Ekspor Beras dan Jagung

Kementan akan berupaya dengan berbagai strategi agar ekspor segera terwujud dengan membangun sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Indonesia-WFP Perkuat Ketahanan Pangan

Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Bank Swasta Biayai LRT Jabodebek

Pendanaan proyek diraih dari kredit perbankan dan investasi PT KAI (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Komoditi - 3 minggu yang lalu

Pemerintah Tolak Keputusan Norwegia yang akan Stop Biofuel Indonesia

Menurut Airlangga, keputusan Norwegia yang disampaikan Solbaken masih dikaji dan belum diimplementasikan oleh pemerintah Norwegia.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Gagang Cengkih "Limbah" Untuk Ekspor

Gagang cengkih yang selama ini banyak dibuang oleh petani karena dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor ke mancanegara
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Kotamobagu Genjot Produksi Kopi Organik

Produk pertanian organik lebih sehat dan harganya lebih tinggi ketimbang nonorganik. Bank Indonesia pun mendukung pengembangan pertanian organik ini.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close