Sabtu, 23 September 2017 WIB

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.

Oleh : ayid ayid | Minggu, 06 Agustus 2017 | 10:05 WIB


DAFFA - Salak Pondoh ke Selandia Baru.

SLEMAN, KOMODITI.CO - Komoditas unggulan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Salak pondoh, siap merambah pasar Selandia Baru. Setelah negara Pasifik itu menjalin kerja sama dengan Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada.

Menurut Ketua Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada, Maryono, di Sleman, Sabtu (5/8), pihaknya telah menjalin kemitraan dengan Selandia Baru. Bahkan, mereka juga telah memberikan bantuan untuk petani salak untuk pelatihan mutu dan pengemasan salak yang akan diekspor ke Selandia Baru.

Maryono mengatakan pada Juni 2017 pemerintah Selandia Baru mengeluarkan kebijakan baru tentang standar kesehatan impor untuk salak Indonesia atau The Impor Health Standard (IHS) for Indonesia Salacca. Standar itu dikeluarkan Kementerian Industri Primer Selandia Baru (New Zealand Ministry of Primary Industries) setelah melakukan konsultasi persyaratan teknis dengan Badan Karantina Pertanian di Kementerian Pertanian RI dan disetujui bersama oleh kedua belah pihak.

Pelatihan ini merupakan sarana untuk memperkenalkan IHS kepada Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai pintu masuk untuk disebarkan dan dilanjutkan ke petani salak lainnya di seluruh Indonesia. Sleman menjadi tuan rumah peluncuran IHS ini karena telah menjadi mitra "New Zealand Aid Progamme-Ministry of Foreign Affairs and Trade" sejak 2011.

"Saat itu pemerintah Selandia Baru mendukung lebih dari 300 petani salak Sleman yang terkena dampak letusan Merapi pada tahun 2010 dengan progam pemulihan ekonomi. Saat ini jumlah petani salak yang tergabung dalam Asosiasi Prima Sembada sudah berjumlah lebih dari 1.400 orang petani," katanya.

Menurut Maryono, dukungan Selandia Baru sebesar Rp2,9 miliar pada tahun 2011 sampai 2013 kepada petani salak Sleman Prima Sembada melalui "Indonesia Disaster Fund" berhasil dimanfaatakan oleh anggota asosiasi untuk mendapatkan sertifikasi organik. Sejak itu Asosiasi Prima Sembada berkembang dari 300 anggota menjadi 1.400 dan berhasil ekspor salak ke Tiongkok dan Singapura.

Pada tahun ini, Kedutaan Besar Selandia Baru mendukung kembali Prima Sembada sebesar Rp129.429.000 untuk memperbaiki fasilitas pengemasan salak. Pihaknya mendapat dukungan dana dari pemerintah Selandia Baru sebesar Rp129.429.000 untuk memperbaiki fasilitas packing house (rumah pengemasan salak).

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi. Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada juga telah melaksanakan pelatihan standarisasi mutu salak yang akan diekspor ke Selandia Baru, pelatihan tentang hama dan penyakit yang tidak boleh masuk ke Selandia Baru dan pelatihan audit karantina.

"Peserta pelatihan terdiri atas perwakilan kelompok tani, pengurus Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada, dan karyawan packing house," katanya. (ant)


Komentar


Serbaneka - 2 hari yang lalu

Diskusi "Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Mendengar dan Menjawab"

Event ini menarik, mengingat dihadiri Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Acara dimoderatori anggota Komisi XI DPR yang juga Wakil Dewan Pertimbangan Kadin, Maruarar Sirait.
Serbaneka - 6 hari yang lalu

Rp100 Miliar Dianggarkan Pemprov Jatim untuk Atasi kekeringan

Saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kabupaten yang mengalami kekeringan di wilayahnya masing-masing untuk menentukan upaya penanganan permasalahan kekeringan.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Tuntas 100 Persen Pemulihan Layanan Pelanggan Satelit Telkom

Untuk mempercepat recovery sejumlah sites yang mengalami kendala saat proses repointing antena, Telkom menggunakan jaringan fiber optik sebanyak 5 persen dan menggunakan jaringan selule (machine to machine/M2M) sebanyak 14 persen.
2 minggu yang lalu

Pempek Didorong Bisa Go Internasional

Sejauh ini pesanan pempek sudah banyak dari kawasan Asia Tenggara yang dapat dijadikan salah satu indikator bahwa makanan ini bercitarasa internasional.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Jalur Eksisting Kereta Cepat Turunkan Anggaran

Ia mengatakan pertimbangan menggunakan jalur eksisting selain lebih murah, juga pembangunannya akan lebih cepat karena stasiun tidak perlu dipindah. Menurutnya, pemindahan stasiun akan membuat keberlangsungan ekonomi masyarakat terganggu.
1 bulan yang lalu

Kemitraan Baznas-Lotte Grosir Ajak Masyarakat Dukung UKM

Sebagaimana zakat yang wajib ditunaikan kaum Muslim, maka infak dengan cara kreatif seperti kemitraan Lotte Grosir dan Baznas sangat bermanfaat bagi penerima zakat/mustahik.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close