Senin, 20 Nopember 2017 WIB

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.

Oleh : ayid ayid | Minggu, 06 Agustus 2017 | 10:05 WIB


DAFFA - Salak Pondoh ke Selandia Baru.

SLEMAN, KOMODITI.CO - Komoditas unggulan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Salak pondoh, siap merambah pasar Selandia Baru. Setelah negara Pasifik itu menjalin kerja sama dengan Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada.

Menurut Ketua Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada, Maryono, di Sleman, Sabtu (5/8), pihaknya telah menjalin kemitraan dengan Selandia Baru. Bahkan, mereka juga telah memberikan bantuan untuk petani salak untuk pelatihan mutu dan pengemasan salak yang akan diekspor ke Selandia Baru.

Maryono mengatakan pada Juni 2017 pemerintah Selandia Baru mengeluarkan kebijakan baru tentang standar kesehatan impor untuk salak Indonesia atau The Impor Health Standard (IHS) for Indonesia Salacca. Standar itu dikeluarkan Kementerian Industri Primer Selandia Baru (New Zealand Ministry of Primary Industries) setelah melakukan konsultasi persyaratan teknis dengan Badan Karantina Pertanian di Kementerian Pertanian RI dan disetujui bersama oleh kedua belah pihak.

Pelatihan ini merupakan sarana untuk memperkenalkan IHS kepada Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai pintu masuk untuk disebarkan dan dilanjutkan ke petani salak lainnya di seluruh Indonesia. Sleman menjadi tuan rumah peluncuran IHS ini karena telah menjadi mitra "New Zealand Aid Progamme-Ministry of Foreign Affairs and Trade" sejak 2011.

"Saat itu pemerintah Selandia Baru mendukung lebih dari 300 petani salak Sleman yang terkena dampak letusan Merapi pada tahun 2010 dengan progam pemulihan ekonomi. Saat ini jumlah petani salak yang tergabung dalam Asosiasi Prima Sembada sudah berjumlah lebih dari 1.400 orang petani," katanya.

Menurut Maryono, dukungan Selandia Baru sebesar Rp2,9 miliar pada tahun 2011 sampai 2013 kepada petani salak Sleman Prima Sembada melalui "Indonesia Disaster Fund" berhasil dimanfaatakan oleh anggota asosiasi untuk mendapatkan sertifikasi organik. Sejak itu Asosiasi Prima Sembada berkembang dari 300 anggota menjadi 1.400 dan berhasil ekspor salak ke Tiongkok dan Singapura.

Pada tahun ini, Kedutaan Besar Selandia Baru mendukung kembali Prima Sembada sebesar Rp129.429.000 untuk memperbaiki fasilitas pengemasan salak. Pihaknya mendapat dukungan dana dari pemerintah Selandia Baru sebesar Rp129.429.000 untuk memperbaiki fasilitas packing house (rumah pengemasan salak).

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi. Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada juga telah melaksanakan pelatihan standarisasi mutu salak yang akan diekspor ke Selandia Baru, pelatihan tentang hama dan penyakit yang tidak boleh masuk ke Selandia Baru dan pelatihan audit karantina.

"Peserta pelatihan terdiri atas perwakilan kelompok tani, pengurus Asosiasi Salak Sleman Prima Sembada, dan karyawan packing house," katanya. (ant)


Komentar


Mineral - 4 hari yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Mineral - 1 minggu yang lalu

Emas Aneka Tambang Naik Seribu Rupiah Lebih

Harga emas batangan PT Aneka Tambang pada hari Jumat (10/11) mengalami kenaikan 1.009 poin bila dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Dengan Coating Petani Bisa Tahan Mangga Sampai Yang Dipanen 1 Bulan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan rekayasa teknologi umur buah mangga dengan teknik "coating" pascapanen sehingga memiliki daya tahan lebih lama.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

HNSI Sumut Minta Solusi Atasi Pengangguran Nelayan Pukat

MEDAN, KOMODITI.CO-  Larangan pemerintah untuk menggunakan alat tangkap ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di..
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Sepekan Harga Komoditas Perkebunan di Sulteng Tetap Stabil

Perkembangan harga berbagai jenis komoditas perkebunan di Palu, Sulawesi Tengah, hingga pekan ini masih bertahan sama seperti pekan sebelumnya.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Menperin: Generasi Muda Harus Tangkap Peluang Era Ekonomi Digital

Airlangga menegaskan, seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin telah memiliki spesialisasi bidang industri tertentu dan didukung dengan sarana penunjang seperti ruang workshop, laboratorium, dan Teaching Factory yang sesuai dengan industri.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close