Sabtu, 23 September 2017 WIB

Jalur Eksisting Kereta Cepat Turunkan Anggaran

Ia mengatakan pertimbangan menggunakan jalur eksisting selain lebih murah, juga pembangunannya akan lebih cepat karena stasiun tidak perlu dipindah. Menurutnya, pemindahan stasiun akan membuat keberlangsungan ekonomi masyarakat terganggu.

Oleh : ayid ayid | Kamis, 07 September 2017 | 06:09 WIB


TRIBUN - Budi Karya Sumadi.

JAKARTA, KOMODITI.CO - Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, mengatakan penggunaan jalur kereta yang sudah ada atau eksisting untuk proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dapat menurunkan beban anggaran. Karena tidak perlu membangun lintasan baru.

Menhub menjelaskan usai melakukan pertemuan dengan Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bahwa alternatif jalur eksisting bisa mengurangi anggaran dari semula Rp70 triliun-Rp80 triliun menjadi Rp50 triliun.

Menurut Menhub di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (6/9), kalau dulu dihitung Rp70 triliun-Rp80 triliun, tadi kita diskusi tapi masih rough, harapannya turun dari itu, bisa katakanlah Rp50 triliun kurang lebih.

Ia mengatakan pertimbangan menggunakan jalur eksisting selain lebih murah, juga pembangunannya akan lebih cepat karena stasiun tidak perlu dipindah. Menurutnya, pemindahan stasiun akan membuat keberlangsungan ekonomi masyarakat terganggu.

Selain itu, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, jalur eksisting juga dapat menyelesaikan 500-800 lintasan sebidang di jalur kereta Jawa, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Menhub juga mempertimbangkan rencana perlintasan sebidang baik "flyover" maupun "underpass" dengan Kementerian PUPR.

Adapun tahun ini Kementerian PUPR akan menguji coba penyelesaian beberapa titik lintasan sebidang yang padat dengan menggunakan anggaran yang ada.

"Kalau Rp30 miliar ada, kita buat di kota-kota yang memang padat. Sudah mulai sebenarnya, kita bertahap sesuai dengan yang paling penting di mana lintasan sebidang bermasalah dan ini untuk menurunkan kecelakaan," ungkapnya.


Komentar


Serbaneka - 2 hari yang lalu

Diskusi "Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Mendengar dan Menjawab"

Event ini menarik, mengingat dihadiri Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi. Acara dimoderatori anggota Komisi XI DPR yang juga Wakil Dewan Pertimbangan Kadin, Maruarar Sirait.
Serbaneka - 6 hari yang lalu

Rp100 Miliar Dianggarkan Pemprov Jatim untuk Atasi kekeringan

Saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kabupaten yang mengalami kekeringan di wilayahnya masing-masing untuk menentukan upaya penanganan permasalahan kekeringan.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Tuntas 100 Persen Pemulihan Layanan Pelanggan Satelit Telkom

Untuk mempercepat recovery sejumlah sites yang mengalami kendala saat proses repointing antena, Telkom menggunakan jaringan fiber optik sebanyak 5 persen dan menggunakan jaringan selule (machine to machine/M2M) sebanyak 14 persen.
2 minggu yang lalu

Pempek Didorong Bisa Go Internasional

Sejauh ini pesanan pempek sudah banyak dari kawasan Asia Tenggara yang dapat dijadikan salah satu indikator bahwa makanan ini bercitarasa internasional.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Jalur Eksisting Kereta Cepat Turunkan Anggaran

Ia mengatakan pertimbangan menggunakan jalur eksisting selain lebih murah, juga pembangunannya akan lebih cepat karena stasiun tidak perlu dipindah. Menurutnya, pemindahan stasiun akan membuat keberlangsungan ekonomi masyarakat terganggu.
1 bulan yang lalu

Kemitraan Baznas-Lotte Grosir Ajak Masyarakat Dukung UKM

Sebagaimana zakat yang wajib ditunaikan kaum Muslim, maka infak dengan cara kreatif seperti kemitraan Lotte Grosir dan Baznas sangat bermanfaat bagi penerima zakat/mustahik.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
1 bulan yang lalu

Hingga 2019, Pemerintah Bangun 4 Juta Unit Rumah Murah

Sejak digulirkan program sejuta rumah murah pada 2015 hingga 2016 telah terealisasi 1,5 juta unit rumah. Sedangkan pada 2017- Agustus 2017 telah terealisasi 449.000 unit rumah.
Pertanian - 1 bulan yang lalu

Asyik... Salak Sleman Siap Diekspor ke Selandia Baru

Renovasi tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas pengemasan yang memenuhi standar ekspor ke Selandia Baru. Targetnya akhir Agustus packing house selesai direnovasi.
Komoditi - 1 bulan yang lalu

Pada 2018, Lampung Bangun Kawasan Industri Maritim

KIM Tanggamus termasuk 20 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close