Selasa, 17 Oktober 2017 WIB

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.

Oleh : ayid ayid | Sabtu, 30 September 2017 | 07:17 WIB


ANTARA - Mengambil tebu.

BANTUL, KOMODITI.CO - Luas lahan tebu di daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Demikian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan kabupaten ini.

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.

Pulung mengatakan luas lahan tebu yang 1.095 hektare itu adalah luasan yang sudah terealisasikan hingga akhir September 2017, sehingga masih ada kemungkinan bertambah. Namun, tidak terlalu signifikan, mengingat sudah berganti musim.

Penurunan luas lahan tebu di wilayah Bantul karena beberapa faktor. Di antaranya persaingan dengan tanaman komoditas pangan lain yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, sehingga petani enggan menanam tebu.

"Misalnya ada komoditas bawang merah dan cabai, untuk cabai ini tadinya dari tahun lalu diharapkan harganya tinggi, tetapi ternyata malah tahun ini harganya agak turun, namun kalau harga anlok tidak, karena sudah naik lagi," katanya.

Pulung menyebut menanam tanaman tebu memang membutuhkan waktu untuk menghasilkan dibandingkan dengan menaman komoditas pangan lain tersebut, hal itu karena usia panen tebu jauh lebih lama dibanding komoditas pangan strategis tersebut.

"Bahwa penghasilan dari menenam tebu itu dalam jangka waktu yang relatif lama, karena tebu baru bisa dinikmati pada panen sembilan bulan, sementara kalau untuk tanaman lain rata-rata tiga bulan, jadi butuh waktu tiga kali lipat," katanya.

Perlu ada upaya untuk menggalakan penanaman tebu di Bantul, termasuk di antaranya menjalin kemitraan dengan pihak yang bersedia mengambil hasil panen, sehingga petani lebih cepat menikmati hasilnya.

"Jadi perlu orang yang mempunyai manajemen baik dalam mengolah usaha taninya, juga ada sistem yang ditawarkan oleh pabrik gula Madukismo seperti kemitraan biar supaya mereka tidak menunggu terlalu lama memperoleh penghasilan," katanya.

 


Komentar


Komoditi - 5 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close