Rabu, 13 Desember 2017 WIB

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.

Oleh : ayid ayid | Rabu, 04 Oktober 2017 | 10:00 WIB


ANTARA - Presiden Joko Widodo.

JAKARTA (KOMODITI.CO) - Saat ini era komoditas sudah berlalu dalam aktivitas perekonomian dan tergantikan oleh era lifestyle alias gaya hidup. Demikian Presiden Joko Widodo saat bicara dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang Indonesia tahun 2017 di Jakarta, Selasa (3/10).

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Menurut Jokowi, di tengah era ekonomi digital bukan hanya banyak orang telah mengenal Google, YouTube, Twitter, Facebook, Instagram, Go-Jek, Tokopedia, atau Traveloka, juga banyak perkembangan lain yang dapat dilihat dan memiliki peluang.

Presiden menyebut saat ini ratusan juta penduduk di Cina, India, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara dalam proses naik kelas untuk menjadi konsumen golongan kelas menengah. Kondisi peralihan konsumen kelas menengah merupakan peluang besar yang tidak boleh dilewatkan, apalagi gagal menggarapnya.

"Yang membedakan kelas menengah dari kelas bawah, yaitu gaya hidup, lifestyle. Istilah middle class lifestyle harus betul-betul kita cermati ini mau ke mana dan harus kita apain," katanya.

Jokowi meyakini Indonesia memiliki potensi dan kekuatan untuk menggarap peluang tersebut dengan mengandalkan UKM dan para pengusaha untuk menangkap peluang itu.

Presiden menjelaskan bahwa satu bagian penting dari industri gaya hidup adalah lifestyle commodity alias komoditas gaya hidup. Dan, Indonesia memiliki beberapa komoditi yang bisa masuk ke dalamnya seperti komoditi kopi, kakao, teh yang saat ini permintaan sangat tinggi.

"Pertumbuhan demand untuk kopi, dan kita sekarang berada pada posisi nomor empat setelah Brasil, Vietnam, Kolombia, baru indonesia. Padahal, kalau mau jadi nomor satu nggak sulit karena lahan kita masih banyak," katanya.

Presiden juga sempat menyarankan kepada Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O. Widjaja, agar tidak hanya fokus pada kelapa sawit saja.

"Pak Franky, jangan ditanami saawit terus. Ada lho kakao, ada kopi, ada lada. Karena Brasil produksinya nomor satu hanya 2,8 juta ton, Vietnam 1,8 juta ton, harganya juga baik. Menanamnya di seluruh Indonesia ini mau semuanya, dari Sabang sampai Merauke mau, kopi di Aceh, Bali ada, Sulawesi, Papua ada. Lahannya bisa semuanya dan pertumbuhannya luar biasa," kata Presiden.

Jokowi menyebut pertumbuhan warung kopi di Indonesia itu cepat dan permintaannya naik sampai 20 persen dan dunia juga sama naik terus.

"Tapi, kualitas (kopi) nggak dikerjain, peremajaan kopi nggak ada yang ngerjain, sekolah mengenai kopi nggak ada, pasca panen nggak ada, yang mendidik barista nggak ada. Kecepatan permintaan dengan ini nggak nyambung. ini tugas bapak ibu semuanya," kata Presiden di depan anggota Kadin.

Kepala Negara mengatakan baru bicara kopi saja sudah merupakan peluang besar, belum belum kakao, kelapa dan komoditas lainnya.

"Belum lagi teh, kayu manis (cinnamon), gula aren. Permintaanya gede-gede, tapi memang memulainya yang harus dierjaan oleh profesional kita di bidang ini. Ini ngak pernah dikerjakan secara besar-besaran," kata Presiden. (ant)


Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close