Selasa, 17 Oktober 2017 WIB

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.

Oleh : ayid ayid | Rabu, 04 Oktober 2017 | 10:00 WIB


ANTARA - Presiden Joko Widodo.

JAKARTA (KOMODITI.CO) - Saat ini era komoditas sudah berlalu dalam aktivitas perekonomian dan tergantikan oleh era lifestyle alias gaya hidup. Demikian Presiden Joko Widodo saat bicara dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang Indonesia tahun 2017 di Jakarta, Selasa (3/10).

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Menurut Jokowi, di tengah era ekonomi digital bukan hanya banyak orang telah mengenal Google, YouTube, Twitter, Facebook, Instagram, Go-Jek, Tokopedia, atau Traveloka, juga banyak perkembangan lain yang dapat dilihat dan memiliki peluang.

Presiden menyebut saat ini ratusan juta penduduk di Cina, India, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara dalam proses naik kelas untuk menjadi konsumen golongan kelas menengah. Kondisi peralihan konsumen kelas menengah merupakan peluang besar yang tidak boleh dilewatkan, apalagi gagal menggarapnya.

"Yang membedakan kelas menengah dari kelas bawah, yaitu gaya hidup, lifestyle. Istilah middle class lifestyle harus betul-betul kita cermati ini mau ke mana dan harus kita apain," katanya.

Jokowi meyakini Indonesia memiliki potensi dan kekuatan untuk menggarap peluang tersebut dengan mengandalkan UKM dan para pengusaha untuk menangkap peluang itu.

Presiden menjelaskan bahwa satu bagian penting dari industri gaya hidup adalah lifestyle commodity alias komoditas gaya hidup. Dan, Indonesia memiliki beberapa komoditi yang bisa masuk ke dalamnya seperti komoditi kopi, kakao, teh yang saat ini permintaan sangat tinggi.

"Pertumbuhan demand untuk kopi, dan kita sekarang berada pada posisi nomor empat setelah Brasil, Vietnam, Kolombia, baru indonesia. Padahal, kalau mau jadi nomor satu nggak sulit karena lahan kita masih banyak," katanya.

Presiden juga sempat menyarankan kepada Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Franky O. Widjaja, agar tidak hanya fokus pada kelapa sawit saja.

"Pak Franky, jangan ditanami saawit terus. Ada lho kakao, ada kopi, ada lada. Karena Brasil produksinya nomor satu hanya 2,8 juta ton, Vietnam 1,8 juta ton, harganya juga baik. Menanamnya di seluruh Indonesia ini mau semuanya, dari Sabang sampai Merauke mau, kopi di Aceh, Bali ada, Sulawesi, Papua ada. Lahannya bisa semuanya dan pertumbuhannya luar biasa," kata Presiden.

Jokowi menyebut pertumbuhan warung kopi di Indonesia itu cepat dan permintaannya naik sampai 20 persen dan dunia juga sama naik terus.

"Tapi, kualitas (kopi) nggak dikerjain, peremajaan kopi nggak ada yang ngerjain, sekolah mengenai kopi nggak ada, pasca panen nggak ada, yang mendidik barista nggak ada. Kecepatan permintaan dengan ini nggak nyambung. ini tugas bapak ibu semuanya," kata Presiden di depan anggota Kadin.

Kepala Negara mengatakan baru bicara kopi saja sudah merupakan peluang besar, belum belum kakao, kelapa dan komoditas lainnya.

"Belum lagi teh, kayu manis (cinnamon), gula aren. Permintaanya gede-gede, tapi memang memulainya yang harus dierjaan oleh profesional kita di bidang ini. Ini ngak pernah dikerjakan secara besar-besaran," kata Presiden. (ant)


Komentar


Komoditi - 5 hari yang lalu

Harga Emas di Pasar Berjangka Turun

Harga emas dunia untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange, Rabu pagi (11/10) WIB, turun tipis ke 1.292,90 dolar AS per ons troi.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Jalur Kereta Bandara NYIA akan Dibangun

Hal ini dikarenakan pembangunan NYIA tahap pertama seluas 120 ribu meter persegi akan diselesaikan di 2019. Pemerintah mengharapkan pada saat itu juga jalur kereta api bandara sudah selesai dibuat, yakni dari Stasiun Kedundang menuju area terminal bandara.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Wisatawan China No. 1 di Bali

Wisatawan China kini menjadi turis terbanyak yang berkunjung ke Bali. Selama 7 bulan mulai Januari-Agustus 2017 sebanak 1,04 juta wisatawan China datang ke Pulau Dewata
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Harga Grosir Naik, Tapi Eceran Gula dan Beras Tetap Stabil

AMBON, KOMODITI.CO- Harga gula dan beras tingkat grosir untuk pasar Ambon mengalami kenaikan sejk September lalu. Gula misalnya naik..
1 minggu yang lalu

Bangka Tengah Diproyeksikan jadi Sentra Perikanan Budi Daya

Menurut Ibnu Saleh, pemerintah tetap berkomitmen memajukan sektor perikanan dan masyarakatnya untuk minta lebih mandiri serta selalu berkreasi. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat daerah untuk lebih fokus mengembangkan usaha itu dengan menaburkan berbagai jenis bibit ikan di dalam tambak yang mereka bangun.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Presiden: Era Aktivitas Ekonomi Digantikan Era Gaya Hidup

Presiden mengatakan disamping era digital, kita juga memasuki yang namanya lifestyle era, era gaya hidup. Ini banyak yang nggak sadar sudah banyak bergerak ke sana.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Mendukung Program Satu Juta Rumah, BUMN Sediakan 30 Persen Hunian MBR

Khusus di TOD Stasiun Pondok Cina, Depok, yang dibangun atas kerja sama Perum Perumnas dan KAI itu, sebanyak 1.020 unit dari total 3.440 hunian yang terdiri atas empat tower itu akan dialokasikan untuk MBR.
Komoditi - 2 minggu yang lalu

Industri Kopi Yogya agar Bersiap Beroperasinya Bandara NYIA

Niken Probo Laras, Kepala Dinas Perdagangan Kulon, di Kulon Progo, Minggu (1/10), mengharapkan pelaku industri kopi mengantisipasi adanya pembangunan bandara itu. Karena merupakan peluang pasar bagi para pengrajin olahan kopi.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Di Bantul, Luas Lahan Tebu Berkurang

Menurut Kepala Dinas ini, Pulung Haryadi, memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun. Dari yang tadinya seluas 1.700 hektare, namun dalam kurun waktu lima tahun ini tinggal seluas 1.095 hektare.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Saham-saham Wall Street Meningkat

NEW YOK, KOMODITI.CO- Saham-saham di Wall Street berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi 28/9 WIB)...
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close