Minggu, 19 Nopember 2017 WIB

Sertifikasi Pengrajin Batik di Yogyakarta

Dengan mengantongi sertifikasi, pengrajin batik memiliki kekuatan payung hukum atau legalitas. Hingga mendukung daya saing produk batik tersebut untuk bersaing baik di pasar lokal maupun mancanegara.

Oleh : ayid ayid | Senin, 23 Oktober 2017 | 07:32 WIB


ANTARA - Membatik.

YOGYAKARTA, KOMODITI.CO - Sertifikasi pengrajin batik digencarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Guna meningkatkan kompetensi mereka untuk bersaing di pasar dalam negeri maupun internasional.

Kepala Disperindag DIY, Budi Antono, di Yogyakarta, Minggu (22/10), mengatakan secara bertahap pihaknya akan menyertifikasi pengrajin batik dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Hingga saat ini dari ribuan pelaku usaha batik di DIY sudah mencapai 320 pengrajin batik yang telah melalui uji kompetensi dan mendapat tersertifikasi.

Dengan mengantongi sertifikasi, pengrajin batik memiliki kekuatan payung hukum atau legalitas. Hingga mendukung daya saing produk batik tersebut untuk bersaing baik di pasar lokal maupun mancanegara.

"Setelah mendapatkan sertifikasi kami akan memberikan pelatihan dan evaluasi terhadap pelaku industri kecil menengah (IKM) batik itu," katanya.

Budi menila, jumlah pengrajin batik di DIY tidak menurun, melainkan terus terjadi regenerasi dari tahun ke tahun. Hal itu, seiring dengan upaya pemerintah yang mewajibkan pelajaran membatik masuk ke dalam kegiatan ekstra di setiap sekolah.

"Kalau dulu kesannya yang membatik orang-orang tua, sekarang generasi muda sudah banyak yang bisa membatik," katanya.

Menurut Budi, sentra industri batik di DIY antara lain terdapat di Dusun Tancep, Trembowo (Kabupaten Gunung Kidul), Imogiri, Pandak (Kabupaten Bantul), Sapon, Gulurejo, Lendah (Kulon Progo), Turi/lereng merapi (Kabupaten Sleman), dan Taman Sari (Kota Yogyakarta) dengan total corak batik pada 2015 mencapai 400 macam.

Kepala Seksi Sandang dan Kulit Disperindagkop DIY, Ani Srimulyani, mengatakan sesuai data 2015 industri batik di DIY terus mengalami pertumbuhan dengan jumlah IKM mencapai 8.000 IKM. Jumlah itu meningkat dari 2013 yang masih berjumlah 3.000 IKM yang tersebar di lima kabupaten/kota.

Rata-rata industri kecil menengah (IKM) batik mampu memproduksi 20 meter kain per hari dengan mematok harga mulai Rp500 ribu per lembar untuk batik tulis, dan mulai Rp150 ribu/lembar untuk batik cap.


Komentar


Mineral - 2 hari yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 hari yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 5 hari yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Mineral - 1 minggu yang lalu

Emas Aneka Tambang Naik Seribu Rupiah Lebih

Harga emas batangan PT Aneka Tambang pada hari Jumat (10/11) mengalami kenaikan 1.009 poin bila dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Dengan Coating Petani Bisa Tahan Mangga Sampai Yang Dipanen 1 Bulan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan rekayasa teknologi umur buah mangga dengan teknik "coating" pascapanen sehingga memiliki daya tahan lebih lama.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

HNSI Sumut Minta Solusi Atasi Pengangguran Nelayan Pukat

MEDAN, KOMODITI.CO-  Larangan pemerintah untuk menggunakan alat tangkap ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di..
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Sepekan Harga Komoditas Perkebunan di Sulteng Tetap Stabil

Perkembangan harga berbagai jenis komoditas perkebunan di Palu, Sulawesi Tengah, hingga pekan ini masih bertahan sama seperti pekan sebelumnya.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Menperin: Generasi Muda Harus Tangkap Peluang Era Ekonomi Digital

Airlangga menegaskan, seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin telah memiliki spesialisasi bidang industri tertentu dan didukung dengan sarana penunjang seperti ruang workshop, laboratorium, dan Teaching Factory yang sesuai dengan industri.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close