Minggu, 19 Nopember 2017 WIB

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.

Oleh : moch ryan | Senin, 13 Nopember 2017 | 14:47 WIB



PALANGKARAYA, KOMODITI.CO- Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.  Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai rapat koordinasi pangan dengan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, dan jajaran Pimpinan Daerah Provinsi serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalteng, di Kota Palangka Raya, Senin (13/11).

Pada tahap awal luas area padi organik yang ditetapkan adalah 300 ribu hektar yang tersebar di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. “Untuk jenis padi organiknya, masih melihat mana yang disenangi konsumen. Target kita padi organik ini untuk di ekspor," ujar Menteri Pertanian.

Selain padi organik seluas 300 ribu hektare, Kementan juga menargetkan tanaman jagung seluas 100 ribu hektar dan lahan untuk ternak sapi 100 ribu hektar di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini.  Amran juga menjelasskan untuk merealisasikan tanaman jagung seluas 100 ribu hektar, Kementan akan memberikan bantuan bibit dan pupuk dengan total Rp200 miliar, serta alat pertanian.

"Kami baru pulang dan telah menjalin kerjasama bilateral dengan Menteri Pertanian Malaysia dan Filipina. Sekarang ini dua Negara tersebut membutuhkan jagung sebanyak 4 juta ton dengan nilai Rp12 triliun. Ini harus kita persiapkan," jelas Amran. Pada kesempatan ini Amran Sulaiman mearasa senang dan menyatakan apresiasainya karena ada pengusaha lokal Kalteng yang ingin membangun perkebunan jagung, padi sawah dan ternak sapi. Dia berjanji akan membantu mengurus perizinan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ditambahkan Amran bahwa stok pangan nasional pada tahun kedua Pemerintahan Presiden Joko widodo sudah pada tahao swasembada beras. Bahkan yang sebelumnya harus impor jagung mencapai 3,5 juta ton dari Negara Argentina dan Amerika pun sudah mampu ditekan.       "Impor jagung kita nol, bahkan sudah bisa ekspor. Harga dan ketersediaan cabe pun sudah stabil. Sekarang ini tiada bulan tanpa panen dan tanam. Jadi, sudah tidak ada masalah mengenai ketersediaan pangan kita," demikian Amran. (sumber: antara)


#Presiden joko widodo #Menteri pertanian #Swasembada #Amran sulaiman #Padi organik

Komentar


Mineral - 2 hari yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 hari yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 5 hari yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Mineral - 1 minggu yang lalu

Emas Aneka Tambang Naik Seribu Rupiah Lebih

Harga emas batangan PT Aneka Tambang pada hari Jumat (10/11) mengalami kenaikan 1.009 poin bila dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Dengan Coating Petani Bisa Tahan Mangga Sampai Yang Dipanen 1 Bulan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan rekayasa teknologi umur buah mangga dengan teknik "coating" pascapanen sehingga memiliki daya tahan lebih lama.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

HNSI Sumut Minta Solusi Atasi Pengangguran Nelayan Pukat

MEDAN, KOMODITI.CO-  Larangan pemerintah untuk menggunakan alat tangkap ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di..
Pertanian - 1 minggu yang lalu

Sepekan Harga Komoditas Perkebunan di Sulteng Tetap Stabil

Perkembangan harga berbagai jenis komoditas perkebunan di Palu, Sulawesi Tengah, hingga pekan ini masih bertahan sama seperti pekan sebelumnya.
Serbaneka - 1 minggu yang lalu

Menperin: Generasi Muda Harus Tangkap Peluang Era Ekonomi Digital

Airlangga menegaskan, seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin telah memiliki spesialisasi bidang industri tertentu dan didukung dengan sarana penunjang seperti ruang workshop, laboratorium, dan Teaching Factory yang sesuai dengan industri.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close