Rabu, 13 Desember 2017 WIB

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.

Oleh : ayid ayid | Senin, 27 Nopember 2017 | 09:46 WIB


ANTARA - Rahmat Gobel (kanan), disaksikan President Chateraise Holding Co.Ltd Hiroshi Saito (tengah), menyerahkan kue kepada Kepala BPOM Penny Lukito pada peresmian toko Chateraise, di Jakarta, Jumat (24/11).

JAKARTA, KOMODITI.CO - Rachmat Gobel, pengusaha nasional, menggandeng produsen kue dan roti terkemuka dari Jepang, Chateraise. Untuk masuk pasar Indonesia dengan tujuan jangka panjang membangun industri makanan berkualitas untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Duta Investasi Presiden untuk wilayah Jepang itu, di Jakarta, Jumat (24/11), mengatakan ini baru awal. Mimpi besarnya membangun industri makanan dan minuman yang berkualitas bersama Chateraise, menggunakan bahan baku hasil produksi petani kita, dan ekspor.

Menurut Rachmat Gobel, di sela-sela pembukaan gerai pertama Chateraise di Indonesia yang terletak di Senayan City, Jakarta, tertarik bekerjasama dengan Chateraise. Karena memiliki filosofi bisnis yang sesuai dengan falsafah bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu membangun usaha dengan memberdayakan potensi bahan baku lokal dari petani.

"Kita memiliki banyak bahan baku lokal, hasil pertanian yang bisa menjadi bahan baku kue dan roti Chateraise, seperti coklat, vanila, mangga, strawberry, dan lain-lain," ujar mantan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Industri itu.

Diakuinya, saat ini semua produk yang dipasarkan di Senayan City masih impor. Namun pada beberapa kue yang ada hiasan di atasnya mulai menggunakan buah-buahan dari Indonesia seperti mangga dan strawberry.

"Untuk minuman, kami menggunakan kopi dari Indonesia," ujar Rachmat gobel yang menggandeng teman-temannya untuk membentuk perusahaan patungan PT Chateraise Gobel Indonesia.

Pada perusahaan tersebut Rachmat Gobel bersama dengan teman-temannya memiliki saham 40 persen sedangkan Chateraise Holding Co Ltd sebesar 60 persen.

Gerai Chateraise pertama di Indonesia dan ke-50 di luar Jepang mulai diminati pengunjung, di Senayan City, Jakarta.

Sementara itu President dan CEO Chateraise Holdings Co Ltd, Hiroshi Saito, yang khusus datang ke Jakarta untuk membuka gerai pertama di Indonesia itu, mengatakan pihaknya dalam dua tahun terakhir telah membuka 50 gerai di mancanegara. Selain Indonesia, Chateraise telah memiliki 21 gerai di Singapura, empat gerai di taiwan, empat di Malaysia, 13 di China, dan dua di Korea, serta masing-masing satu gerai di Uni Emirat Arab dan Thailand.

"Saya sangat senang ada gerai Chateraise di Jakarta, karena berarti akan semakin banyak masyarakat Indonesia suka dengan kue-kue Jepang," katanya.

Ia pun menyatakan kesediaannya untuk menggunakan bahan baku lokal, mengingat Indonesia juga memiliki hasil pertanian yang dibutuhkan untuk membuat kue seperti biji kakao dan vanila, di samping bahan baku pertanian lainnya.

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.

Ada 50 jenis makanan yang dijajakan di gerai Chateraise ke-50 di luar Jepang itu, antara lain kue tart, kue dalam bentuk potongan, roti, kue sus, dan kue dorayaki yang dikenal konsumen Indonesia dengan kue "Daraemon."

Kekhasan yang menjadi keistimewaan kue-kue Chateraise adalah adalah rasa creamnya yang segar. Hal itu, menurut Rachmat yang pernah tinggal lama di Jepang, karena bahan baku kue tersebut berasal dari bahan baku berkualitas tinggi hasil peternak sapi dan ayam di propinsi Yamanashi, Jepang, serta air yang berasal dari mata air alami Hakushu di kaki Gunung Fuji. (Ant)

 


Komentar


Serbaneka - 1 hari yang lalu

Untuk Natal dan Tahun Baru Pelni Siapkan 73 Kapal

"Masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 untuk transportasi laut berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018," kata Didik.
Serbaneka - 5 hari yang lalu

Dipatok Di Bawah Rp80 Juta, Harga Mobil Pedesaan Kemenperin

Gati mengatakan pihaknya mengupayakan harga yang bisa masuk ke pasar. Harga belum tahu memang, ini bahan baku juga masih banyak yang impor. Jadi, masih fluktuatif. Tapi, pasti di antara Rp60-80 juta.
Serbaneka - 2 minggu yang lalu

Rambah Bisnis Kue, Rahmat Gobel Gandeng Chateraise

Dengan riset dan teknologi pangan yang dimiliki Chateraise, Rachmat Gobel maupun Saito optimistis bisa menjalin kerja sama jangka panjang untuk membangun industri makanan yang berkualitas untuk Indonesia.
Pertanian - 2 minggu yang lalu

Kartu Tani Buat Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Pemerintah melakukan uji coba penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani. Uji coba dilakukan di Karawang dan Ciamis
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Jokowi Bangun Infrastruktur Untuk Satukan Indonesia

Presiden mengakui saat ini antara wilayah barat dan timur masih memiliki perbedaan yang jauh terkait infrastuktur yang dimilikinya.
Mineral - 3 minggu yang lalu

China Terus Berusaha Untuk Jadi Pemasok Garam ke Indonesia

China terus berupaya untuk bisa menjadi pemasok garam ke Indonesia yang mengalami defisit produksi garam nasional
Serbaneka - 3 minggu yang lalu

Rabu Pagi Kurs Dolar AS Melemah

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, 15/11 WIB)
Pertanian - 4 minggu yang lalu

Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.
Serbaneka - 4 minggu yang lalu

Kemenkeu Nyatakan Defisit Anggaran Masih Aman

Kementerian Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pada akhir 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBNP sebesar 2,92 persen terhadap PDB.
Serbaneka - 1 bulan yang lalu

Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.
Lihat Semua

Close
Memuat Perkiraan Cuaca ..





Close
Close