Boediono: Daerah Akan Maju Jika Kinerja Lembaga Publiknya Bagus

Mantan Wapres Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.

Oleh : moch ryan
Sabtu, 11 Nopember 2017 | 08:17 WIB


 JAKARTA, KOMODITI.CO- Mantan Wakil Presiden Boediono berkisah tentang Nogales, sebuah wilayah di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Wilayah itu terbagi dua dan hanya dipisahkan oleh pagar pembatas negara. Potensi dan geografi sama, tetapi realitas kehidupan keduanya sangat berbeda. Yang di utara di wilayah AS warganya jauh lebih makmur ketimbang wilayah selatan di Meksiko. Mengapa? “Karena kinerja lembaga publiknya yang di utara bagus,” kata Boediono di hadapan kepala daerah yang mendapat penghargaan Anugerah Pandu Negeri 2017 di Jakarta, Jum’at (10/11).

Boediono yakin daerah-daerah di Indonesia juga bisa maju jika kinerja lembaga publiknya, institusi pemerintahannya,bekerja dengan baik.”Kunci perbaikan majunya bangsa, saya yakin, dengan meningkatkan perbaikan kualitas lembaga-lembaga publiknya,” ujarnya.

Pemberian Anegurah Pandu Negeri 2017 diberikan oleh IIPG (Indonesian Institute for Public Governance). Penghargaan ini baru pertama kali diselenggarakan. Ketua Umum IIPG, Sigit Pramono, menjelaskan semua daerah di Indonesia dilakukan penilaian (34 provinsi, 416 kabupaten dan 9 kota/kota administrasi) dari aspek performance (pertumbuhan ekonomi, SDM dan terobosan inovasi) serta aspek governance (tata kelola keuangan, pemerintahan dan anti korupsi).

Ditegaskan bahwa penilaian dilakukan secara obyektif oleh para ahli yang sudah mumpuni di bidangnya masing-masing, antara lain  Prof Boediono (mantan wapres 2009-2014), Sigit Pramono, Erry Ryana Hardjapamekas, Kuntoro Mangkusubtoro dan  Mas Achmad Danuri. Tahun ini ada 53 daerah yang terpilih dengan kinerja dan tata kelola yang baik, antara lain Prov. Jawa Timur, Kab. Badung dan Kota Surabaya. Selain itu penghargaan juga disampaikan kepada 3 kepala daerah yang dinilai inovatif, yakni Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

“Penghargaan ini menjadi tantangan bagi daerah-daerah untuk berprestasi lebih baik,” ujar Meteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hadir pada acara ini. (say)


Terkini