Kalimantan Tengah Bakal Jadi Lumbung Padi Organik

Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.

Oleh : moch ryan
Senin, 13 Nopember 2017 | 14:47 WIB


PALANGKARAYA, KOMODITI.CO- Presiden Joko Widodo secara khusus memerintahkan Kementerian Pertanian agar menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lumbung padi organik.  Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai rapat koordinasi pangan dengan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, dan jajaran Pimpinan Daerah Provinsi serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalteng, di Kota Palangka Raya, Senin (13/11).

Pada tahap awal luas area padi organik yang ditetapkan adalah 300 ribu hektar yang tersebar di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. “Untuk jenis padi organiknya, masih melihat mana yang disenangi konsumen. Target kita padi organik ini untuk di ekspor," ujar Menteri Pertanian.

Selain padi organik seluas 300 ribu hektare, Kementan juga menargetkan tanaman jagung seluas 100 ribu hektar dan lahan untuk ternak sapi 100 ribu hektar di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila" ini.  Amran juga menjelasskan untuk merealisasikan tanaman jagung seluas 100 ribu hektar, Kementan akan memberikan bantuan bibit dan pupuk dengan total Rp200 miliar, serta alat pertanian.

"Kami baru pulang dan telah menjalin kerjasama bilateral dengan Menteri Pertanian Malaysia dan Filipina. Sekarang ini dua Negara tersebut membutuhkan jagung sebanyak 4 juta ton dengan nilai Rp12 triliun. Ini harus kita persiapkan," jelas Amran. Pada kesempatan ini Amran Sulaiman mearasa senang dan menyatakan apresiasainya karena ada pengusaha lokal Kalteng yang ingin membangun perkebunan jagung, padi sawah dan ternak sapi. Dia berjanji akan membantu mengurus perizinan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ditambahkan Amran bahwa stok pangan nasional pada tahun kedua Pemerintahan Presiden Joko widodo sudah pada tahao swasembada beras. Bahkan yang sebelumnya harus impor jagung mencapai 3,5 juta ton dari Negara Argentina dan Amerika pun sudah mampu ditekan.       "Impor jagung kita nol, bahkan sudah bisa ekspor. Harga dan ketersediaan cabe pun sudah stabil. Sekarang ini tiada bulan tanpa panen dan tanam. Jadi, sudah tidak ada masalah mengenai ketersediaan pangan kita," demikian Amran. (sumber: antara)


#Presiden joko widodo #Menteri pertanian #Swasembada #Amran sulaiman #Padi organik

Terkini